Wapres: Zakat Bantu Tahan Penurunan Daya Beli  


Wapres menekankan urgensi zakat sebagai instrumen pengurangan kemiskinan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan peran zakat yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Khususnya di kondisi perekonomian yang terdampak pandemi Covid-19, zakat juga memilih peranan yang penting. 

"Peran zakat dapat menjadi salah satu alat untuk menahan tingkat penurunan daya beli masyarakat," kata Wapres saat menghadiri Musyawarah Nasional (MUNAS) ke-9 Forum Zakat (FOZ), Kamis (3/6).  

Wapres menyebut, peran zakat ini juga seiring dengan berbagai bantuan sosial yang telah dikucurkan Pemerintah selama masa pandemi. Karena itu, Wapres mendorong upaya memaksimalkan dan menggali potensi zakat yang ada untuk kepentingan masyarakat. 

Wapres mengatakan, zakat merupakan bagian dari program pengembangan dana sosial syariah, yang difungsikan sebagai instrumen untuk mengatasi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi.  "Indonesia dengan keunggulan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia tentunya memiliki potensi zakat yang cukup besar," kata Wapres. 

Data Badan Zakat Nasional (Baznas) menyebutkan pada 2019 potensi zakat di Indonesia mencapai Rp 233.8 Triliun. Namun realisasi penerimaan zakat yang berhasil dihimpun baru mencapai 3,5 persen dari nilai potensi. 

Dia meyakini potensi zakat itu bisa tergali secara maksimal di Indonesia. "Berdasarkan data Laporan tahunan World Giving Index (WGI), Indonesia merupakan salah satu negara paling dermawan di dunia. Hal ini menandakan tingkat kepedulian masyarakat Indonesia terhadap sesama cukup tinggi," katanya. 

Karenanya, dia menilai pemilihan tema Munas Forum Zakat “Menguatkan Komitmen Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat” sangat tepat dan sesuai dengan kondisi aktual serta kebutuhan kita saat ini. 

 

 


Source link

Berita Menarik Lainnya