Tiga Masjid di AS yang Merupakan Bekas Gereja


Terdapat sejumlah masjid di Amerika Serikat yang berasal dari bangunan gereja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Populasi masyarakat Muslim di Amerika terus berkembang. Setidaknya hal ini tampak dari munculnya masjid-masjid dengan latar belakang historis yang beragam, salah satunya Masjid Al-Tauhid di Kota San Fransisco yang dulunya bekas gereja.

KH Ali Musthafa Yaqub dalam buku Islam di Amerika menceritakan pengalamannya berkeliling dakwah ke Amerika Serikat (AS). Beliau menuliskan dalam buku tersebut bahwa pada 26 Ramadhan 1429 Hijriyah, terdapat sejumlah masjid yang beliau kunjungi.

Pertama, adalah Masjid Al-Tauhid. Konon, kata KH Ali, masjid tersebut aslinya sebuah gereja atau aula yang kemudian direnovasi menjadi masjid. Masjid ini dikelola orang-orang asal Yaman.

Kedua, Masjid Fiji Muslim Community in San Fransisco. Seperti nampak dari namanya, masjid tersebut dikelola oleh orang-orang Fiji keturunan India. KH Ali bercerita bahwa imam-imam masjid tersebut pun masih sangat muda, di antaranya kala itu terdapat empat orang hafidz yang menjadi imam dan semuanya berasal dari Afghanistan.

Masjid Fiji awalnya adalah bangunan gereja, atau lahannya milik gereja. Sebab di sebelahnya masih terdapat gereja. KH Ali bercerita bahwa hal-hal semacam itu bukanlah suatu yang baru, sebab dalam catatan sejarah banyak gereja-gereja yang berubah menjadi masjid di sejumlah wilayah dunia.

Seperti Gereja Byzantium di Damaskus Suriah, dan yang paling terkenal gereja Hagia Sophia yang fungsinya kerap berubah. Terakhir diubah kembali menjadi masjid oleh Pemerintah Turki saat ini.

Ketiga, Masjid Dar Al-Salam yang di bawah Islamic Society of San Fransisco. Masjid yang wilayahnya bergandengan dengan bangunan toko-toko ini cukup dipadati jamaah. Di sekitar masjid, banyak gelandangan yang berkeliaran.

 

 


Source link

Berita Menarik Lainnya