TEBAR QURBAN DAN KHITANAN PEDULI SEHAT MUALAF PEDALAMAN

0 Comment
12 Views

Dalam rangka turut menyemarakkan hari raya idhul adha 1438 H, islamic medical service lembaga kemanusiaan yang bergerak dibidang sosial kesehatan melakukan beberapa kegiatan di pedalaman nusantara. Penyembelihan hewan qurban & layanan kesehatana terhadap para mualaf dan masyarakat di pedalaman merupakan 2 agenda penting yang telah dilakukan oleh IMS.

Pada tahun ini ada 4 lokasi pedalaman yang mampu dijangkau oleh IMS, diantaranya adalah Papua, Mentawai, NTT & Mahakam ulu. Selain ke-4 lokasi tersebut, ada 1 lokasi di wilayah parung panjang Bogor yang merupakan daerah perbatasan Jawa Barat-DKI Jakarta-Banten.

Penyembelihan hewan qurban berupa sapi diilakukan pada 3 lokasi yang berbeda, Papua, Mentawai dan Mahakam Ulu. Sementara untuk di NTT dan parung panjang dilakukan penyembelihan berupa kambing.

Antusias masyarakat terutama yang berada dipedalaman sangat tinggi, mereka yang 100 % mualaf ini sudah cukup lama tidak menyantap daging. Terumata masyarakat yang berada di Mahakam Ulu, terakhir mereka merasakan lezatnya daging pada tahun 2005.

Sementara itu bertempat di Klinik IMS yang berada di Pulau siberut kepulauan Mentawai Sumatra Barat, selain penyembelihan hewan qurban dilaksanakan juga khitanan massal untuk mualaf pedalaman. Peserta khitan yang meliputi anak-anak, remaja dan pria dewasa ini berjumlah 50 orang yang seluruhnya adalah mualaf.  Mereka berasal dari beberapa desa se-kecamatan Siberut, diantaranya desa Mailepet, desa Saliguma, desa Sallappa dan desa Simolaklak. Karena perjalanan  yang tidak bisa ditempuh melalui jalur darat, jalur satu-satunya adalah lewat air dengan menggunakan pompong (perahu kecil). Membutuhkan waktu 2 – 6 jam perjalanan untuk sampai ke lokasi khitanan.

Lucas ( tahun) “alhamdulillah lega rasanya setelah dikhitan, sebagai laki-laki sempurnalah ke-islaman saya karena telah mengikuti salah satu kewajiban yang dicontohkan nabi. Semoga dg khitan ini semakin sehat dan mantap keyakinan saya.

Lucas yg stelah hijrah beerganti nama menjadi Sulaiman ini berasal dari Simolaklak yang telah memeluk islam dari tahun 2014 lalu.

Ustadz Irwan Rahman ( 36 tahun ) selaku ketua yayasan sosial & dakwah Mentawai mengucapkan terima kasihnya kepada berbagai pihak yang turut membantu memikirkan kesehatan para muallaf di Pedalaman. Beliau berharap kerjasama seperti ini bisa terus dilalukan, karena masih banyak para pria mualaf di kepulauan Menyawai yang belum dikhitan.

“belum lama ini 26 KK telah bersyahadat, mereka semua butuh pendampingan dan bimbingan agar paham dengan Islam yang benar. Sudah bisa dipastikan bahwa para prianya belum dikhitan, didata kami ada sekitar 75 mualaf yang belum dikhitan dan jumlah ini akan terus bertambah”, imbuh ustadz Irwan.

Alhamdulillah kegiatan mulia ini berlangsung dengan baik, tertib, aman & lancar berkat kerjasama antara antara IMS dan Yayasan Sosial & dakwah Mentawai yang didukung penuh oleh Mandiri Amal Insani BNI Syariah dan laznas Baitul Maal Hidayatullah.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah khitanan massal mualaf pedalaman di Mahakam Ulu. Dalam ragka menyambut tahun baru hijriyah, sudah terdaftar 200 peserta mualaf.


Tabligh Akbar : Momentum Hijrah Menuju Kebaikan

Dalam rangka menyambut dan memaknai tahun baru Islam 1441 Hijriyah,...

Menkumham Berikan IMS Penghargaan atas Program Hapus Tato

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasona H Laoly...

Leave your comment