fbpx
0813-8835-3030 care@imscenter.id
Select Page
Silaturrahim Syawal Anak Punk

Silaturrahim Syawal Anak Punk

Semangat Ramadhan masih membara dalam diri kita. Itulah modal utama yang dimiliki sahabat hijrah untuk melakukan perubahan tidak hanya untuk mereka tetapi mengajak teman-teman mereka yang masih berada dijalanan.

Kegiatan kajian syawalan anak punk yang dikemas dalam Jum’at Berkah ini menjadi pijakan perubahan ruhaniah sekaligus memberikan solusi kemandirian ekonomi bagi mereka.

“Alhamdulillah, Allah masih sayang kepada saya karena digerakkan hati ini melalui kejadian-kejadian di jalanan. Saya ingin berubah, karena sudah punya anak umur 8 bulan.” Ungkap Icank salah satu anggota punk kajian dengan mata berkaca-kaca.

“Meskipun memiliki masa lalu yang kelam, tidak ingin anak-anak saya seperti saya. Mereka harus lebih baik dari saya”. Tambahnya.

“Tujuan kami, mengajak teman-teman yang dijalanan untuk kembali ke jalan Allah. Meskipun memiliki banyak keterbatasan ilmu, dan tempat belajar kami hanya di trotoar atapun di samping perempatan jalan raya, tetapi kami punya tekad untuk berubah” tutur Iwan Dai Punk.

“Untuk keberlangsungan program, kami melakukan inventarisir jumlah anggota mereka, dengan tujuan untuk ketepatan sasaran program yang bersifat jangka panjang” ungkap Muhajirin Divisi Program IMS.

Pada kesempatan kali ini, dr Fifi dari RSIJ Sukapura memberikan tips dan materi tentang “Tetap Menjaga Protokol PSBB dalam Setiap Kegiatan” Disampaikan secara online menggunakan zoom Meeting.

Kajian online ini diikuti oleh beberapa orang dengan berbagai latar belakang dan sekitar 15 orang anak punk. Jumlah anak punk sendiri ketika hari biasa sejumlah 50 an orang, namun karena masih massa PSBB sehingga jumlah peserta dibatasi.

Bagi anak-anak punk, baru pertama kalinya mendapatkan materi tentang kesehatan langsung secara online dari ahlinya. Tanya jawab interaktifpun berlangsung cukup seru diantara seluruh peserta yang ikut tanpa kecuali anak punk.

Oleh beberapa sponsor diberikan voucher menarik bagi para peserta yang aktif selama acara berlangsung.

“Alhamdulillah ‘ala nikmatillah Islamic Medical Service (IMS) bersama LazisMU, Manthab, Jannahqu, PT.Pin, RSIJ Sukapura, madu RR, Sarung Al Aqso, MT Al-Kautsar Lebak Bulus menginisiasi Kajian Syawalan sekaligus Sharing Session secara online 05/06/20 langsung dari basecame punk di Cileungsi” Jelas Imron Faizin direktur IMS.

“Kegiatan kumpul-kumpul online ini memiliki semangat kolaborasi untuk aksi nyata bagi perubahan teman-teman punk agar tidak kembali ke jalanan, dan yang paling mendesak adalah menghapus masa lalu berupa tato yang ada di tubuh mereka” imbuh faiz panggilan akrab imron faizin.

Kegiatan sederhana tapi membawa misi perubahan bagi kehidupan yang lebih baik.

Puluhan Anak Punk Menemukan Jalan Pulang

Puluhan Anak Punk Menemukan Jalan Pulang

Puluhan Anak Punk yang tergabung dalam komunitas Tasawuf Underground memantapkan langkah untuk melakukan perubahan dengan pembinaan keagamaan dan kecakapan hidup.
Pada acara hapus tato anak jalanan Sabtu (24/8/19), Halim Anbiya selaku pembina Tasawuf Underground mengatakan pihaknya mempunyai misi untuk menjadikan anak-anak punk dan jalanan menjadi manusia yang bermanfaat untuk masyarakat.
Pada kesempatan itu anak punk dan jalanan yang dihapus tatonya sebanyak 24 orang yang sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan lulus medis serta berkomitmen untuk melakukan perubahan untuk diri dan keluarga dengan mengikuti pembinaan.
Dalam waktu bersamaan, dibuka pendaftaran untuk punk dan anak jalanan yang ingin menyempurnakan hijrahnya, sebanyak 250 punk dan anak jalanan mendaftarkan diri untuk dapat mengikuti program IMS.
Acara dimeriahkan juga pentas penyanyi anak jalanan yang tergabung dalam group flyover band yang membawakan lagu religi khas jalanan.
Direktur Islamic Medical Service Imran Faizin di sela-sela acara menyampaikan motivasi kepada seluruh peserta hapus tato yang dilaksanakan di bawah fly over Stasiun Tebet Jakarta Selatan.
“Anak punk dan jalanan adalah saudara yang harus dituntun untuk menemukan jalan pulang, bila tidak dituntun khawatir pulang melewati jalan yang salah,” ujarnya.
Imron melontarkan pertanyaan kepada peserta “kita pulangnya kemana sih?” lalu peserta terdiam
“Kita pulang menuju surga-Nya, karenanya perlu pemantapan bekal melalui hapus tato dengan rangkaian pembinaan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi,” ucapnya.
Sementara itu, Iwan merupakan peserta tertua, saat ini 58 tahun berharap kegiatan ini tidak sebatas penghapusan tato saja tapi perlu dibuatkan pekerjaan agar tidak kembali ke jalanan dan sebagian besar berasal dari keluarga yang kurang beruntung.
Kegiatan ini terselenggara atas dukungan dari Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH), MTT Foundation, dan Bank Muamalat.
Editor:Asiyah Afiifah
Butuh Bantuan? Chat kami