Ramadan di Garis Marjinal

Program IMS

Pendahuluan

Tujuan dan

Sasaran

Merajut Kebaikan


Ekplorasi Kebaikan Ramadan di Garis Marjinal


 

I. Apa Ramadan di Garis Marjinal


Garis marjinal merupakan garis penting untuk membebaskan masyarakat lepas dari kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan yang melekat sekian waktu yang cukup lama.


 

Garis yang kadang dipandang sebelah mata yang sesungguhnya mereka ingin diperhatikan dan mendapatkan ‘tempat’ di hati masyarakat seperti anak punk. Garis yang membawa mereka berada di balik jeruji karena kesalahan yang mereka lakukan. Jeruji menjadi titik balik mereka untuk ‘kembali’. Garis yang hidup dengan segala keterbatasan karena akses yang sulit, lokasi yang sangat jauh dan sarana yang tidak memadai seperti mereka yang hidup di pedalaman.


 

Ramadan sebagai semulia-mulianya bulan, pintu maaf dibuka selebar-lebarnya bagi mereka yang ingin ‘kembali’, ganjaran yang terbaik dari terbaik yang Allah sudah siapkan bagi mereka yang siap berkorban harta melalui ibadah zakat dan sedekah.


 

Ramadan menjadi momentum untuk mengangkat mereka yang termarjinal kembali kepada titik fitrah, kemuliaan dan kesejahteraan.


Itulah Ramadan di Garis Marjinal.


  II. Siapa Garis Marjinal
 

Anak Punk salah satu identitas dengan penampilan yang nyentrik bahkan membuat orang menjauh karena image yang melekat sebagai anak yang berandal, beringas, tatoan, kotor hingga anak buangan. Banyak latar belakang yang membuat mereka berpenampilan dan berprilaku seperti itu, mulai dari bentuk ingin diperhatikan, mendapatkan pengakuan, broken home karena orangtua mereka yang berpisah hingga korban KDRT (korban kehajatan rumah tangga).


 

Kehidupan jalanan menjadikan mereka kadang liar, keras dan jauh dari Pendidikan. Namun tidak sedikit, diantara mereka yang ingin ‘kembali’ kepada kehidupan yang lebih baik. Mereka harus diberikan kesempatan dan pendampingan dari kita, sebagai saudara sesama ataupun saudara seagama. Kelompok minoritas marjinal anak punk harus kita dekati untuk mereka dapat menikmati kehidupan masa depan mereka yang lebih baik, lebih berarti dan lebih bermanfaat.


  1. Masyarakat pedalaman

Masyarakat Indonesia yang tinggal di pedesaan sebanyak 44.2% dari total penduduk Indonesia sebanyak 270,6 juta jiwa (databoks.katadata.co.id,2019). Dari data tersebut 15.26 juta dalam kategori miskin di pedesaan (bps, 2019). Kategori pedesaan termasuk di dalamnya daerah perbatasan dan pedalaman yang secara fasilitas dan sarana mengalami keterbatasan dan kekurangan.


 

Keprihatinan mereka bertambah-tambah saat pandemic menghajar ibu pertiwi. Akibat pandemic nyaris memporak-porandakan tatanan normal kehidupan manusia seperti ekonomi, pendidikan, sosial, agama dll. Pandemic effect tidak hanya di perkotaann namun juga merasuk hingga pedesaan, tidak hanya wabahnya namun juga dampaknya.


Perlu perhatian dan bantuan bersifat jangka pendek bagi mereka agar tetap dapat bertahan menjalani kehidupan mereka.


  2. Masyarakat di Lapas

Setiap manusia pasti melakukan kesalahan, baik besar ataupun kecil. Bahkan apa yang mereka lakukan dalam kondisi tidak sengaja, keterpaksaan, kondisi dan tuntutan. Kesalahan tetaplah kesalahan, namun tidak lantas kita judge mereka buruk, karena itu bukanlah akhir kehidupan mereka dan kita. Mereka yang terperangkap di balik jeruji hidup jauh dari kata manusiawi. Hidup yang berdesakan, makan seadanya, kesempatan berkarya dan mencari ilmu terbatas.


 

Namun tidak sedikit diantara mereka ‘sadar’ kembali kepada fitrah saat berada dalam hukuman. Tekad bulat mereka membuat mereka ingin dekat dengan agama, mulai dari belajar membaca Al-Quran, belajar menunaikan sholat, berpuasa dll.


 

Saat itu mereka harus didampingi, diberi perhatian dan dukungan agar fitrah mereka semakin menghujam dalam hati. Kelak saat keluar dari jeruji, mereka telah berubah dan memberikan kemanfaatan pada masyarakat sekitar.


 

Walaupun sebagian besar masyarakat melihat mereka sebelah mata karena bekas napi yang mereka sandang dan kerap mereka termarjinalkan di tengah masyarakat. Mereka berhak hidup layak, diberi kesempatan untuk berbuat kebaikan.


  III. Program Garis Marjinal  a. Sahabat Hijrah (Anak Jalanan & Punk Hijrah)
  • Camp Hijrah
Program pembinaan rutin kepada anak punk yang berniat hijrah secara berkelompok.
  Kegiatan :
  • Rumah Singgah/Rumah Qur’an
  • Pemeriksaan Kesehatan
  • Hapus Tato
  • Tausiyah
  • Belajar mengajar Al-Quran
  • Adab
  Lokasi :
  • Jakarta
  • Depok
  • Bekasi
  Donasi :
  • Guru Rp 2.500.000/orang/bulan
  • Buku Iqra Rp 10.000/pc
  • Al qur’an Rp 100.000/pc
  • Operasional Rp  500.000/RQ/Rumah Singgah
  Penerima Manfaat
100 orang
10 Rumah singgah/rumah qur’an
 
  • Camp Berdaya
Program pemberdayaan anak punk yang sudah hijrah dan telah mengikuti pembinaan secara rutin.Terdapat beberapa unit empang yang luasnya skitar 2.000 m/2. Di tempat ini akan dijadikan salah satu pusat pembinaan punk & anak jalanan. Tidak hanya sebagai tempat pembelajaran, namun juga sebagai tempat pelatihan dan pemberdayaan.
  Kegiatan :
  • Empang Perubahan
  • Pendirian saung
  • Budidaya Ikan
  • Pendampingan & Pelatihan
  Donasi :
  • Saung perubahan 20.000.000/saung
  • Bibit 10.000.000/empang
  • Pendamping 7.500.000/bulan
  • Training   10.000.000/event
 
  • Camp Ramadhan
Program puasa dan itikaf bareng selama 3 hari sebelum dan saat itikaf. Kegiatan yang dilakukan :  
  • Pesantren Kilat Punk & anak jalanan
  • Tajil dan buka puasa bersama
  • Nonton Islami bareng
  • Tausiyah
  • Paket berkah
  Penerima Manfaat
150 orang
  Lokasi
Villa Salabintana Sukabumi Jawa Barat
  Donasi
  • PESKIL Punk & Anjal 200.000/0rang
  • Tajil dan buka puasa   25.000/paket
  • Paket berkah 150.000/paket
  • Operasional 10.000.000
  b. Peduli Suku Pedalaman

Pada bulan ramadhan, di daerah pedalaman memiliki nuansa yang beda. Semarak ramadhan juga sangat dirasakan para mualaf pedalaman yang mulai belajar mengerjakan puasa dan mempelajari ilmu agama melalui da’I yang ditugaskan. Program pemberdayaan kepada suku pedalaman secara regular dan penguatan pada ramadhan melalui berbagai kegiatan yang mencerahkan dan mencerdaskan.


  Kegiatan :
  • Tausyiah
  • Edukasi & penyuluhan
  • Ta’jil & buka puasa bersama
  • Bingkisan Lebaran
  Donasi :
  • Paket Ta’jil & buka puasa : Rp. 25.000/orang
  • Bingkisan Lebaran : Rp. 150.000/orang
  • Baju Lebaran anak pedalaman : Rp. 150.000/orang
 

SELENGKAPNYA, DOWNLOAD PROPOSAL


 

DONASI

 

PROGRAMS

Koleksi data Program berjalan

Berikut adalah slide program-program yang telah kami selenggarakan, tentunya kami juga mengharapkan masukan dan saran dari Anda.