Khitanan Muallaf Pedalaman

Program IMS

Pendahuluan

Tujuan dan

Sasaran

Seluruh pria beragama muslim tentu memiliki keharusan untuk melakukan khitan, bahkan di agama lain pun diwajibkan untuk melakukan khitan untuk alasan kesehatan. Definisi khitan secara medis adalah memotong prepusium, yaitu kulit yang menutupi glans atau kepala penis. Dalam prosesnya, khitan merupakan tindakan pembuangan kulup penis dengan tujuan menjalankan syariat agama ataupun indikasi medis.
Khitan disebut juga dengan sirkumsisi yang berarti sayatan melingkar, yang dianalogikan pada pemotongan prepusium yang melingkar terhadap batang penis. Jurnal kesehatan di Amerika menyebutkan bahwa khitan atau sirkumsisi (circumcision) adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian ataupun seluruh kulit penutup depan dari penis.
Menurut ahli kesehatan, khitan memiliki manfaat bagi kesehatan karena membuang anggota tubuh yang menjadi tempat persembunyian kotoran. Beberapa penelitian medis mengungkapkan bahwa penderita penyakit kelamin lebih banyak berasal dari kalangan yang tidak dikhitan. Proses ini dapat menghindari timbulnya berbagai penyakit, di antaranya adalah fimosis, parafimosis, kandidiasis, serta tumor ganas pada penis.
Masyarakat indonesia yang tinggal di daerah-daerah perbatasan maupun yang tinggal di pedalaman nusantara, jumlahnya masih cukup banyak. Keterbatasan dan kekurangan dalam berbagai aspek kehidupan masih mereka rasakan. Kehidupan serba mudah dan gampang yang sebagian besar kita rasakan diera modern ini belum sepenuhnya mereka turut rasakan. Kehidupan pokok yang meliputi pangan, sandang dan papan masih jauh dari katakan layak yang saat ini masih dirasakan ribuan masyarakat pedalaman. Apalagi kebutuhan sekunder, sama sekali belum mereka rasakan dan dinikmati.
Alhamdulillah, kerja keras para da’i di pedalaman yang tidak kenal lelah dan tiada henti untuk terus berdakwah mengenalkan dan mengajarkan Islam. Atas izin dan kehendak Allah SWT tentunya, masyarkat yang berada pedalaman memperoleh hidayah dari-NYA. Satu-persatu mereka, bahkan ada yang satu kampung dalam waktu bersamaan mengucapkan dua kalimah syahadat. Mereka meyakini dan mengagumi kemurnian agama Islam.
Tidak berhenti sampai disitu, masyarakat pedalaman ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Setelah memberikan pengenalan dan pemahamaan akan kehidupan yang lebih baik, setelah mengikrarkan syahadat, mereka semua butuh pendampingan dan pembelajaran.
Dengan peran khususnya dibidang kesehatan, IMS menginisiasi program kesehatan berupa pengobatan umum dan khitanan massal untuk masyarakat minoritas dan muallaf di daerah pelosok dan pedalaman. Selain kegiatan tersebut akan dirangkai dengan beberapa kegiatan lain dalam rangka menunjang kehidupan masyarakat yang berada di Pedalaman. Hal ini dikarenakan permasalahan yang terjadi pada saudara-saudara kita yang berada di masyarakat pedalaman cukup kompleks, akan tetapi hal yang mendasar yang perlu mendapatkan perhatian terhadap masyarakat minoritas dan mualaf  pedalaman adalah layanan akan khitanan, pengobatan dan bantuan lainnya (Sandang, pangan dan papan) untuk menunjang kehidupan mereka.
 
MAKSUD & TUJUAN KEGIATAN
  1. Mendukung masyarakat pedalaman menjadi mualaf yang kaffah
  2. Memenuhi keinginan dari masyarakat terpencil.
  3. Meringankan beban masyarakat atas mahalnya biaya khitan/sunat dan pengobatan
  4. Memberi layanan khitan yang cocok untuk para mualaf dan anak-anak.
  5. Memberikan kepedulian langsung kepada masyarakat dhuafa, minoritas, dan muallaf pedalaman.
 
SASARAN KEGIATAN
  1. Mualaf pedalaman
  2. Masyarakat minoritas
  3. Warga dhuafa pedalaman
  4. Masyarakat dhuafa pinggiran kota
 
BENTUK KEGIATAN
  • Khitanan/sunat dengan metode laser
  • Memberikan santunan berupa bingkisan untuk peserta khitan.
  • Memberikan bingkisan untuk mualaf
  • Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dhuafa dan mualaf

PROGRAMS

Koleksi data Program berjalan

Berikut adalah slide program-program yang telah kami selenggarakan, tentunya kami juga mengharapkan masukan dan saran dari Anda.