Mobil Hijrah Menyapa kota Denpasar Bali

Mobil Hijrah Menyapa kota Denpasar Bali

Ratusan Orang di Bali Ramai-ramai Hapus Tatto

DENPASAR – Tato merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan oleh sebagian besar masyarakat bali, hal ini merupakan tradisi yang turun menurun dilakukan. Namun tidak bagi masyarakat Bali yang beragama Islam, mereka meyakini bahwa tato dilarang oleh agama. Bagi yang belum paham akan hal ini, akhirnya ikut-ikutan membuat tato pada tubuhnya. Namun belakangan banyak ummat Islam bali menyadari akan tindakan keliru tersebut. Akhirnya puluhan orang memadati Masjid Muhammad Denpasar yang beralamat di Jl. Imam Bonjol Denpasar Bali, Mereka berkumpul untuk mendaftarkan diri mengikuti program hapus tatto gratis yang diselenggarakan oleh takmir Masjid Muhammad, IMS, Gerak Bareng dan Hidayatullah.

Panitia kegiatan hapus Tatto Gratis setempat mengatakan, kegiatan tersebut digelar dalam rangka membantu saudara, baik yang muslim maupun para mualaf yang ingin hijrah dengan membersihkan tubuhnya dari tatto.

Meski bersifat gratis alias tidak dipungut biaya sepeser pun, pihaknya memberikan syarat kepada peserta untuk menghafal 10 surat apa pun yang ada di dalam Al-Qur’an. Syarat tersebut diberikan untuk memastikan calon peserta yang ingin dihapus tattonya benar-benar niat berhijrah.

“Syaratnya harus bisa menghafal 10 Surat, Suratnya bebas memilih apa saja. Syarat lainnya calon peserta hapus tatto tidak mempunyai riwayat penyakit menular”, ucap Herman Abu Hanif.

Herman menambahkan, program penghapusan tatto gratis ini mendapat animo yang luar biasa dari masyarakat Kota Denpasar. Awalnya, pihaknya menargetkan sekitar 60 peserta, namun bertambah menjadi 200 lebih.

“Bahkan ada peserta yang dari luar kota Denpasar, Mas. Seperti Negara, Buleleng dan Gianyar. Alhamdulillah, semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi saudara kita”, ujar Herman selaku panitia acara.

Sementara itu, Muwallim (43 th) salah satu peserta hapus tatto gratis mengaku senang dengan program hapus tatto gratis yang diadakan pertama kali di Bali. “saya kenal tatto semenjak kelas 1 SMA, karena pergaulan dan lingkungan. Secara hati dan perbuatan saya sudah lama berhijrah namun saya rasakan ada yang kurang pada tubuh saya. Alhamdulillah sangat senang dengan adanya kegiatan hapus tato gratis ini, sehingga hijrah yang saya lakukan tuntas”,, ujar Muwallim, yang berharap, tattonya tersebut bisa dihapus secara tuntas.

Menurut dr. Gede made Bagus Darma yasa (60 th) selaku medis yang mendampingi selama kegiatan berlangusng menyampaikan, “kegiatan ini sangat bermanfaat untuk ummat muslim yang telah menyadari kesalahan di masa lalu, program sosial yang tidak biasanya ini harus didukung dan support oleh berbagai pihak sehingga dapat berjalan dengan baik dan semakin banyak masyarakat yang menerima manfaatnya”.

Dari sekian banyak peserta turut hadir pula peserta yang datang dari Kudus Jawa Tengah, Hadiantoro (48 th) rela mengendarai sepeda motor dari Kudus ke Bali untuk menghapus tato yang bertahun-tahun menghiasi tubuhnya. “saya telah mantap berhijrah dan berniat menghapus hapus tato, saya malu dengan keluarga terutama anak dan istri. Saya tidak ingin anak-anak saya mengikuti jejak ayahnya dengan mentato tubuhnya”. Ujarnya.

Program hapus Tato Gratis ini pertama kali di lakukan di Jakarta. Karena bersifat gratis, banyak orang yang berebut ingin menghapus tattonya. Sekedar informasi, biaya hapus tatto lumayan cukup mahal, tergantung dari luas serta pola tatto tersebut, bahkan bisa mencapai hampir puluhan juta rupiah. Karena dalam menghapus tato tidak cukup sekali terapy, bahkan bisa berkali-kali tergantung warna tatonya.

Kegiatan yang semula direncanakan selama 2 hari ini akhirnya ditambahkan waktunya menjadi 3 hari, hal ini atas permintaan dari pihak panitia dikarenakan banyaknya peserta yang mendaftar. Semula direncanakan tanggal 16 dan 17 September, namun pada tanggal 18 September 2017 layanan hapus tato gratis di masjid Muhammad berlanjut.

Program layanan hapus tato keliling ini berjalan dengan baik berkat kerjasama anatara Gerak Bareng dengan IMS dan didukung oleh Hidayatullah dan Bank MUAMALAT.

Give a Reply

Live Chat

We offline