Menhub minta posko pengecekan tes antigen diperketat


Lampung Selatan (ANTARA) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta seluruh petugas Posko Lebaran 2021 memperketat pengecekan syarat tes cepat antigen kepada seluruh penumpang penyeberangan, khususnya yang melintas Pelabuhan Bakauheni menuju Merak.

"Memang harus ada upaya lebih dari kita untuk menekan angka COVID-19 ini untuk melakukan 'mandatory checking rapid antigen' bagi seluruh penumpang penyeberangan, terutama jalur Sumatra-Jawa. Jangan sampai ada yang lolos, karena banyak cara yang mungkin dilakukan, kita harus melakukan kontrol dengan baik," katanya di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu.

Ia memprediksi masih akan terjadi lonjakan penumpang arus balik pada akhir pekan ini, 22-23 Mei, sehingga pihaknya ingin memastikan pengecekan syarat perjalanan berupa tes cepat antigen yang diwajibkan kepada penumpang, benar-benar intensif dilakukan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas Penangangan COVID-19 Doni Monardo mengatakan "mandatory checking rapid antigen" harus dilakukan secara optimal.

Baca juga: Kemenhub siapkan skema pencegahan penyebaran COVID-19 saat arus balik

Menurut dia, ada perbedaan karakteristik, di mana di wilayah Jawa cenderung penurunan kasus aktif dan berkurangnya pasien di rumah sakit, sedangkan di wilayah Sumatera hampir seluruh provinsi mengalami sedikit kenaikan dan banyak daerah yang masuk kategori zona oranye dan merah.

"Kita harus kontrol dengan baik. Jangan sampai masyarakat yang terbukti positif, COVID-19 lalu lolos menyeberang dari Sumatra, maka akan menulari keluarga lainnya di Pulau Jawa," katanya.

Di Lampung tercatat tujuh titik pengecekan tes cepat antigen, yaitu di Pos Rest Area KM 172 B, Pos Rest Area KM 82 B, Pos Rest Area KM 20 B, Pos Pelabuhan Bandar Bakau, Pos Pelabuhan Bandar Bakau Jaya, Pos Simpang Hatta, dan Begadang IV.

Berdasarkan hasil pemeriksaan hingga Sabtu, penumpang yang dinyatakan positif COVID-19 tercatat mencapai 383 orang dari seluruh wilayah pengecekan.

"Angka ini (383 orang, red.) cukup besar, maka kalau sampai lolos tentu berpotensi menulari keluarga lainnya di Pulau Jawa. Karena itu kita harus perketat lagi pengecekan," katanya.

Baca juga: Terminal Pulo Gebang tolak 11 calon penumpang di masa larangan mudik
Baca juga: Menhub apresiasi masyarakat yang tidak mudik

Pewarta: Agus Wira Sukarta
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021


Source link

Berita Menarik Lainnya