Kemristek dukung UI dan Merck kolaborasi lab untuk riset berkualitas


strategi besar kita untuk mendorong ekonomi Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) mendukung Universitas Indonesia dan Merck dalam kolaborasi laboratorium dalam mendorong terciptanya riset dan pengembangan yang menghasilkan invensi dan inovasi yang makin berkualitas dan membanggakan sesuai kebutuhan bangsa dan tantangan zaman.

Momen ini tentunya sangat penting dan tentunya bagi komunitas riset adalah momen yang membahagiakan karena ide dari research collaboration atau collaboration lab antara Merck dengan FMIPA UI (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia), kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro dalam sambutannya di acara peresmian laboratorium kolaborasi antara FMIPA UI dan Merck yang ditayangkan secara virtual, Jakarta, Rabu.

"Ini adalah bagian dari strategi besar kita untuk mendorong ekonomi Indonesia dari ekonomi yang berbasis sumber daya alam menjadi ekonomi yang berbasis inovasi," ujar Menristek. 

PT Merck Chemicals and Life Sciences (MCLS) menjalin kemitraan strategis dengan FMIPA UI untuk membangun laboratorium kolaborasi (collaboration lab) guna mendorong ekosistem riset dan inovasi di bidang sains kehidupan (life science) Indonesia.

Kerja sama UI dan MCLS dalam bidang penelitian sains kehidupan itu diinisiasi untuk memperkuat penelitian di bidang pemantauan lingkungan, analisis kimiawi, mikrobiologi dan biologi molekular serta inovasi di bidang pangan, pertanian dan pengelolaan limbah.

Kemitraan itu sekaligus merupakan bentuk komitmen Merck dan Universitas Indonesia untuk kolaborasi antara akademisi, pemerintah dan industri (triple helix) untuk memicu inovasi dan penelitian yang lebih unggul di Indonesia.

Baca juga: Kemristek dorong peran swasta lebih banyak dalam riset-pengembangan

Baca juga: Pemerintah beri insentif fiskal tingkatkan riset dari badan usaha

"Kita harapkan teman-teman di FMIPA UI, para dosen, peneliti bisa memanfaatkan semaksimal mungkin dan akan makin meningkatkan kualitas riset di UI dan akhirnya tentunya memberikan kebanggaan bagi bangsa dan negara," tutur Menristek Bambang.

Rektor Universitas Indonesia Prof Ari Kuncoro mengatakan penelitian bidang sains kehidupan tidak hanya memerlukan waktu yang lama dan peralatan yang modern tapi juga membutuhkan ketersediaan bahan kimia dan biologi yang berkesinambungan.

Menurut dia, tidak jarang peneliti di bidang sains kehidupan​​​​​​​ mengeluhkan adanya keterbatasan bahan kimia dan biologi karena faktor harganya yang mahal dan harus menunggu lama untuk ketersediaan bahan itu.

"MCLS mencoba men-'support' (memberikan dukungan) peralatan modern yang mendukung dan memperkuat penelitian bidang life science (sains kehidupan) di UI sehingga terwujud kerjasama UI dengan MCLS dalam bentuk collaboration lab yang berkedudukan di Departemen Biologi FMIPA UI," tutur Ari.

Kerja sama itu diharapkan dapat memberikan solusi terhadap keterbatasan dan lamanya waktu pesan bahan habis pakai terkait penelitian sains kehidupan, serta akan memperpendek rantai distribusi bahan habis pakai tersebut sehingga harga jual lebih terjangkau.

"Kami berharap MCLS akan terus dapat memfasilitasi kebutuhan peralatan lab, mendukung transfer keahlian dan pengetahuan serta memperluas akses laboratorium kepada akademisi dan ilmuwan untuk penelitian life science dari dalam dan luar UI termasuk lembaga penelitian lainnya," ujar Ari.

Kerja sama itu juga termasuk proses pendampingan berkelanjutan serta serangkaian lokakarya dan seminar untuk mentransfer pengetahuan dan keahlian kepada para ilmuwan dan akademisi UI khususnya, serta ilmuwan dan akademisi dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian lainnya.

Presiden Direktur PT Merck Chemicals and Life Sciences Christopher Thomas mengatakan nilai dukungan Merck untuk collaboration lab tersebut senilai Rp3 miliar.

"Kami juga terus memberikan dukungan pengetahuan, keterampilan, dan tenaga ahli untuk mendorong hasil penelitian yang optimal," ujarnya.

Merck juga menyediakan akses peralatan laboratorium yang lebih luas dan menambahkan peralatan dan bahan laboratorium demi mendukung jalannya kegiatan riset dan pengembangan.

"Kami optimis dengan kemitraan ini dan berharap dapat menginspirasi lebih banyak kolaborasi antara industri dan akademisi dan pemerintah untuk menumbuhkan penelitian dan pengembangan ilmiah di Indonesia," ujarnya.

Baca juga: UI resmikan laboratorium riset multidisiplin

Baca juga: Kemristek hibahkan laboratorium mobile BSL 2 trailer ke Pemkot Bogor

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021


Source link

Berita Menarik Lainnya