Kemenag akan Gelar Sidang Isbat Besok untuk Tentukan Idul Adha


Sidang itsbat awal Dzulhijjah untuk tentukan pelaksanaan Idul Adha

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Kemenag akan menggelar sidang isbat awal Dzulhijah, sekaligus untuk menetapkan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijah) pada Rabu (29/6/2022).

"Kita akan menggelar sidang isbat pada 29 Juni besok yang didahului dengan pelaksanaan rukyatul hilal di 86 titik tersebar di seluruh wilayah NKRI bersama Ormas Islam, BMKG, Pengadilan Agama dan pihak-pihak terkait," kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, Dr Adib, pada Selasa (28/6/2022).

Adib mengatakan, untuk bulan ini Kemenag siap di 86 titik tersebut. Sementara di bulan syawal lalu telah ditetapkan di 99 titik. Dia mengatakan, terdapat dua kriteria yang diambil untuk penetapan awal bulan Hijriyah. 

"Ada dua hal, pertama mempertimbangkan perhitungan astronomi (hisab) terkait dengan posisi hilal pada tanggal tersebut. Kedua, hasil rukyatul hilal (pengamatan hilal yang dilakukan di berbagai titik tersebut)," kata Adib.

"Berdasarkan hasil perhitungan astronomi posisi hilal di hampir seluruh wilayah NKRI masih di bawah kriteria imkanurrukyah (visibility hilal) berdasarkan kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura)," lanjutnya. 

Dia mengatakan, tim Kemenag tetap menunggu hasil rukyatul hilal dan persidangan itsbat yang digelar pada tanggal tersebut. Dalam penentuan bulan Hijriyah memang ada potensi perbedaan, Menurut Adib, umat Islam diharapkan agar saling menghargai adanya perbedaan ini.

"Apapun hasilnya umat Islam diharapkan untuk tetap saling menghargai ketika terjadi perbedaan dalam penetapan awal Dzulhijjah yang berdampak pula pada pelaksanaan Idul Adha yang berbeda," kata dia.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 10 Zulhijjah 1443 Hijriyah atau Hari Idul Adha jatuh pada 9 Juli 2022. Pakar Falak Muhammadiyah Oman Fathurrahman mengatakan, penetapan tersebut dilakukan berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal.

Dia melanjutkan, penetapan itu disampaikan melalui maklumat tentang penetapan hasil hisab bulan Dzulhijjah 1443 H. Di dalam maklumat juga terdapat hasil hisab Ramadhan dan Syawal 1443 H. "Hisabnya hisab hakiki, dan kriterianya menggunakan wujudul hilal," tuturnya kepada Republika.co.id, Kamis (2/6/2022).    


Source link

Berita Menarik Lainnya