Selamat Jalan Sopir IMS

Subuh hari ambulance Islamic medical service berangkat dari Jakarta menuju ke rumah duka yang berada di cilangkap untuk mengantarkan jenazah orang tua salah satu ustadz Hidayatullah, yaitu ustadz Hanafi. Bapak Sunaryo dan mas mukhotib ditugaskan selaku sopir dan pendamping dari kantor IMS, tidak ada kemacetan atau gangguan apapun dalam perjalanan, semua berjalan dengan lancar. Bapak sunaryo sehat dan semangat seperti biasanya, begitu juga dengan mas Mukhotib selaku pendamping tidak ada yang berbeda.

Ditengah perjalanan kala tiba di jalan raya setu cikampek bapak Sunaryo merasa matanya gelap, pusing, mual, dan muntah. Belum sempat menghentikan kendaraan, beliau sudah kehilangan kesadaran kemudian menabrak kendaraan yang berada didepannya, ambulance terhenti. Mendengar kabar jika bapak sunaryo kehilangan kesadaran dan menabrak beberapa karyawan IMS langsung menyusul ke lokasi untuk memberi pertolongan. Bapak sunaryo yang sudah kehilangan kesadaran langsung dibawa ke Klinik terdekat klinik Ardita namun peralan medis yang tidak memadai, dokter menyarankan agar dibawa kerumah sakit. Saat itu juga dengan segera dibawa kerumah sakit jatisampurna, sesampai disana dokter telah memberikan kode plus yang menandakan jika beliau telah berpulang. Semua yang mengantar kerumah sakit kini tertunduk merasa kehilangan, semua berduka telah kehilangan salah satu orang penting yang telah membantu Islamic Medical Service.

Sebelum hari ini menurut mas Mukhotib, bapak sunaryo memang memiliki penyakit diabetes melitus yang merupakan penyakit lama yang beliau derita. Penyebab meninggalnya Almarhum karena diabetes yang mungkin juga memiliki komplikasi. Kejadian yang serupa pernah terjadi beberapa bulan yang lalu, namun dalam keadaan yang berbeda yaitu dalam keadaan duduk santai dipelataran warung milik almarhum yang berada tepat didepan klinik IMS, tiba tiba almarhum pingsan tidak sadarkan diri.

Kini Islamic Medical Service kehilangan orang penting yang telah berkontribusi besar dalam berbagai kegiatab, Almarhum selalu siap ditugaskan kapan saja, kemana saja, dalam berbagai kegiatan sosial IMS mulai dari banjir ibukota sampai berbagai bencana alam diseluruh Indonesia beliau siap meluangkan waktu untuk mengantarkan Tim Medis yang bertugas. Selain itu tidak pandang waktu beliau selalu siap berangkat ditugaskan untuk mengantar jenazah kemanapun. Sempat suatu ketika sebagai contoh nyata kala itu pukul satu pagi orang membutuhkan jasa ambulance, masyarakat sekitar sangat mengenal almarhum dan langsung meminta bantuan, malam itu juga beliau berangkat mengantarkan jenazah ke wilayah solo, itu hanya salah satu masih banyak lagi kenangan baik tentang diri almarhum. Baru beberapa minggu yang lalu beliau mengantarkan jenazah salah satu ustadz penting Hidayatullah yaitu almarhum ustadz Hasan Rofidi yang dimakamkan di Surabaya. Kini “si pengantar itu di antar” pulang ke kampung halamannya di pekalongan, sesuai harapan keluarga agar suami, ayah, kakek mereka ditempatkan kembali ke tempat dimana ia dilahirkan. Kampung halaman adalah tempat kembali terbaik untuk terakhir kalinya.

Almarhum adalah pria yang murah senyum, humoris, dan tidak pamrih. Itu semua terbukti dari perjuangan hidup beliau yang mampu membesarkan anak-anak dengan berbagai pekerjaan yang telah ditekuni mulai dari sopir angkutan umum di Jakarta, sopir truck barang antar kota, membuka warung kopi kecil-kecilan, sampai akhirnya bekerja menjadi sopir Ambulance Islamic medical service.

Pukul 17.00, jenazah sudah sampai di pekalongan. Suasana duka, tangis kehilangan menyambut kedatangan jenazah. Meskipun begitu pihak keluarga berusaha tabah untuk menerima takdir yang telah digariskan, mereka menerima kepulangan suami, ayah, kakek, sepupu yang mereka cinta. Mereka berusaha tabah merelakan pria periang yang tak pernah marah, selalu menebarkan senyuman, pekerja keras, pahlawan bagi keluarganya itu. Selamat jalan ‘Pak Yo’ sapaan akrab terakhir ini kami lepaskan dengan airmata, namun kami harus tetap tabah menerima takdir, terimakasih atas perjuangan serta jasamu selama ini, terimakasih karena selalu siap meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu orang banyak, terimakasih. Semoga semua kebaikanmu dibalas dengan surga yang pantas, serta diampunkan segalanya dosa-dosamu. Amien. Selamat jalan ‘Pak Yo’.

Related posts

Give a Reply

Live Chat

We offline