fbpx
0813-8835-3030 care@imscenter.id
Select Page

Setelah sebulan penuh berpuasa, saat yang dinanti telah tiba. Hari kemenangan bagi muslim yang telah melawan segala larangan di bulan suci datang juga. Ada rasa sedih karena berpisah dengan ramadhan menyelimuti, disisi lain rasa bahagia menyambut hari raya. Begitu juga yang dirasakan oleh seluruh warga binaan yang beragama islam di Lapas Kembangkuning Nusakambangan.

Mereka dapat menjalankan ibadah sholat iedul fitri secara berajamaah di masji Al Ikhlas, masjid yang berada di dalam Lapas. Sholat ied diperbolehkan berjamaah di masjid dikarenakan tempat ini steril dari wabah. Selain tidak ada yang berkunjung ke lapas selama pandemic atau masa PSBB, seluruh warga binaan juga dalam kondisi sehat.

Dikarenakan masih masa PSBB karena Pandemi, pada hari raya kali ini pihak DKM masjid Al ikhlas Lapas Kembangkuning tidak bisa mengundang imam & khotib dari luar lapas. Sehingga sebagai khotib sekaligus imam sholat iedul fitri 1441 H ditunjuklah Deni Setia Maharwan ( 48 tahun). Beliau adalah warga binaan yang merupakan ketua masjid/takmir Al Ikhlas Lapas Kembangkuning sekaligus koordinator pesantren.

Deni merupakan warga binaan yang sudah menjalani  hari raya didalam penjara sebanyak 21 kali di 7 lapas yang berbeda. Dia merupakan warga binaan kasus narkoba yang dijatuhi divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang, Namun pada 2012, Deni mendapat grasi dari Presiden SBY.

Setelah sholat ied usai, seluruh jamaah bersalaman dan saling berpelukan. Saling memaafkan atas segala salah karena selama setahun terakhir telah bergaul atau berinteraksi. Kemudian acara dilanjutkan dengan menyantap masakan khas lebaran, yaitu KETUPAT LEBARAN.

Baca Juga : KETUPAT LEBARAN UNTUK WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN

Makan bersama seluruh warga binaan dengan menu ketupat sekaligus dengan opor ayam dan dilengkapi dengan sambal dan krupuk dapat dinikmati oleh seluruh warga binaan. Tidak hanya warga binaan yang muslim, namun pihak panitia syawal yang terdiri dari warga binaan sendiri juga memberikan kepada warga binaan lain yang non muslim. Hal ini dilakukan karena sebagai bentuk rasa syukur dan rasa persaudaraan diantara mereka.

Dikarenakan masih masa PSBB, makanan dinatar oleh warga yang bertugas ke setiap sel. Mereka menyantap hidangan dikamar/sel masing-masing. Setiap orang mendapatkan 2 ketupat, opor ayam, sambal dan 1 bungkus kecil krupuk.

Menu ketupat lebaran kali ini dapat tersaji berkat bantuan dari Islamic Medical Service (IMS) yang didukung oleh Yayasan Berdayakan Sesama (YBS), Donasi Rakyat.id, Havara Foundation dan Yayasan Cikal Cendekia Salsabila.

Butuh Bantuan? Chat kami