Hafiz Alquran di Gresik Dipersilakan Masuk SMP tanpa Tes 


Para hafiz Alquran mendapat keistimewaan di PPDB SMP Gresik

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK— Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP 2021 di Kabupaten Gresik, Jatim, membuka jalur tahfiz atau prestasi hafalan Alquran dan bisa masuk sekolah impian sesuai keinginan tanpa seleksi.

Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Gresik, Nur Maslichah, di Gresik, Jumat (28/5) mengatakan jalur tahfiz atau hafalan Alquran, bisa masuk sekolah impian dengan bebas seleksi, namun harus menjalani uji petik pada Senin (31/5).

"Pengujinya nanti dari MUI Gresik. Jadi nanti dites hafalannya kemudian diberi penilaian. Jika lulus uji petik, mereka bisa bebas memilih sekolah," katanya.

Dia mengatakan, untuk jalur tahfiz sejauh ini pendaftarnya masih sebanyak 28 siswa. Sementara itu, kata dia, secara umum PPDB 2021 akan dibuka 31 Mei 2021 dan ada empat jalur yang dibuka dengan rincian dua tahapan.

Tahap pertama, jalur afirmasi dengan kuota 15 persen, kemudian jalur perpindahan lima persen dan jalur prestasi 30 persen, dengan pendaftaran dibuka selama 11 hari sejak 31 Mei hingga 9 Juni 2021.

Kemudian, tahap kedua, digunakan untuk jalur zonasi dengan kuota 50 persen, dengan pendaftaran akan dimulai 31 Mei sampai 17 Juni 2021.

"Jalur ini dibuka lebih lama mengantisipasi siswa yang tidak diterima pada jalur sebelumnya," kata Maslichah.

Dia menjelaskan, untuk jalur zonasi Tahun 2021 berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni tidak lagi menggunakan surat domilisi, melainkan sesuai KK. Kecuali, bagi siswa yang terkena bencana alam atau sosial, namun harus minta surat keterangan BPBD.

Sementara itu, untuk verifikasi piagam prestasi pada seleksi PPDB jenjang SMP 2021 telah ditutup, dan tercatat 169 dinyatakan lolos verifikasi dan 41 lainnya tidak lolos.

Dia menegaskan, lolos verifikasi piagam prestasi belum bisa digunakan sebagai acuan bakal diterima di sekolah impian melalui jalur prestasi, sebab masih menggunakan beberapa penilaian.

"Nilai akhir bobotnya 70 persen dari nilai rapot selama lima semester. Kemudian 30 persen dari nilai prestasi yang dimiliki. Setelah itu masih dikalikan dengan bobot akreditasi lembaga/sekolah," katanya.

Dijelaskannya, lembaga dengan akreditasi A bobotnya 100 persen. Akreditasi B sebesar 75 persen dan C sebesar 50 persen.Sementara yang belum terakreditasi, bobot dipukul rata 25 persen. 

Hal itu mengingat akreditasi lembaga biasanya berpengaruh pada nilai rapor siswa. Dia menjelaskan bahwa jenjang SMP di Kabupaten Gresik akan bertambahempat rombongan belajar. 

Hal ini seiring dengan dibukanya SMP 34 Gresik. Masing-masing rombongan belajar terdiri dari 32 siswa atau 128 siswa. Karena gedung SMP34 belum dibangun, maka proses pembelajaran akan digelar di SMP 1 Manyar.  

sumber : Antara


Source link

Berita Menarik Lainnya