fbpx
0813-8835-3030 care@imscenter.id
Select Page
Tabligh Akbar :  Momentum Hijrah Menuju Kebaikan

Tabligh Akbar : Momentum Hijrah Menuju Kebaikan

Dalam rangka menyambut dan memaknai tahun baru Islam 1441 Hijriyah, Islamic Medical Service (IMS) dan Laznas Dompet Dhuafa menghadirkan tabligh akbar sekaligus memberikan layanan hapus tato kepada warga binaan pemasyarakatan Kembangkuning Nusakambangan Rabu (4/8/19).

Tabligh akbar Muharram 1441 H dihadiri oleh 335 orang warga binaan. Kepala Lapas Kembangkuning Bapak Edy Saryanto dalam sambutannya mengatakan “tabligh akbar ini membawa pesan perubahan yang senada dengan program kami yaitu menghadirkan pesantren dalam lapas sebagai daya dukung bagi perubahan warga binaan yang beragama Islam”. Bapak Edy Saryanto juga memberikan apresiasi kepada warga binaan yang berkenan melantunkan ayat suci alquran dengan tartil beserta terjemahnya. Kalapas berpesan kepada seluruh warga binaan untuk menjadikan tahun baru hijriyah ini sebagai wasilah perubahan diri dengan memperbanyak amal kebaikan.

Disaat yang sama, Imron Faizin Direktur Islamic Medical Service dalam sambutannya mengungkapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan dalam memberikan layanan hapus tato untuk yang ke-3 kalinya di Lapas Kembangkuning. Ia pun merasa rindu bercampur haru kepada warga binaan yang banyak mengalami perubahan pribadi secara rohani, motivasi hidup maupun keterampilan jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya.

Sementara itu, disela-sela acara sebelum ceramah tabligh akbar, dilakukan penyerahan piagam penghargaan dari IMS kepada kalapas Kembangkuning atas kerjasamanya dalam mensukseskan kegiatan tabligh akbar sekaligus penyerahan Alqur’an dan buku-buku bacaan untuk perpustakaan lapas kembangkuning.

Warga binaan pemasyarakatan yang  hadir sangat antusias dan termotivasi atas penyampaian untaian hikmah Muharram oleh Ust. Ahmad Shonhaji, Muballigh Korps Dai Dompet Dhuafa yang kerap mengundang gelak tawa atas penyampaian ceramah yang bercampur jenaka sehingga tidak bosan untuk mengikutinya hingga selesai.

Deni salah satu koordinator warga binaan berharap, hapus tato bisa dilaksanakan kembali karena program ini paling ditunggu-tunggu dan banyaknya warga binaan yang masih mengantri untuk mendapatkan giliran dihapus tatonya.

Tabligh akbar Muharram 1441 Hijriyah dan hapus tato terlaksana atas kerjasama dari Dompet Dhuafa, MTT Foundation, Bank Muamalat Indonesia, JT Clinik, YAWASH, Majalah Suara Hidayatullah, Pustaka Imam Syafi’i, Pustaka Alkautsar, Santri Grafika dan Hidayatullah.com . Dengan momentum hijriyah ini mampu membawa kebaikan dari Nusakambangan untuk Indonesia.

Menkumham Berikan IMS Penghargaan atas Program Hapus Tato

Menkumham Berikan IMS Penghargaan atas Program Hapus Tato

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasona H Laoly meresmikan Lapas Kelas II A Karang Anyar Nusakambangan, Kamis (22/08/2019).

Lapas ini merupakan lapas ke-8 yang berada di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Untuk diketahui, jarak tempuh dari Pelabuhan Sodong, Nusakambangan, menuju Karang Anyar memakan waktu 30 menit.

Lembaga pelayanan kesehatan, Islamic Medical Service (IMS) menjadi salah satu undangan VIP dengan mendapatkan tempat duduk di barisan terdepan, satu baris dengan Menkumham, menteri BUMN, menteri PUPR, Dirjen PAS, Bupati Boyolali, Bupati Cilacap, dan Gubernur Jawa Tengah.

Tidak hanya lapas, Menteri Yasonna juga meresmikan bapas, rusun, dan rumah khusus.

Pada kesempatan yang bersejarah ini, Menkumham menyerahkan langsung piagam penghargaan IMS yang diterima oleh Imron Faizin selaku Direktur IMS.

Penghargaan ini diberikan atas andil dan sumbangsih IMS yang telah turut serta memberikan pembinaan terhadap para warga binaan pemasyarakatan dengan menghapus tato mereka.

Sebuah terobosan program yang selama ini telah dinanti dan telah dirasakan oleh para napi yang telah taubat dan berhijrah.

Adapun lapas-lapas yang telah dikunjungi IMS adalah Lapas Kembang Kuning Nusakambangan, Lapas Gunung Sindur, Lapas Paledang Bogor, dan Lapas Lampung.

“Semoga kerja sama yang baik ini bisa terus terjalin dengan baik dan semakin banyak para warga binaan yang terbina dan terlayani dengan baik.

Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh tim IMS atas kerja sama dan kekompakannya. Tak lupa kami juga ucapkan terima kasih terhadap para mitra sponsor IMS yang telah men-support dan mendukung kegiatan IMS,” ujar Direktur IMS setelah penganugerahan penghargaan ini.

Program selanjutnya dalam waktu dekat untuk layanan di lapas adalah di Lapas Kembang Kuning dan Permisan (Nusakambangan) dan Pekalongan, Jawa Tengah.

Puluhan Anak Punk Menemukan Jalan Pulang

Puluhan Anak Punk Menemukan Jalan Pulang

Puluhan Anak Punk yang tergabung dalam komunitas Tasawuf Underground memantapkan langkah untuk melakukan perubahan dengan pembinaan keagamaan dan kecakapan hidup.
Pada acara hapus tato anak jalanan Sabtu (24/8/19), Halim Anbiya selaku pembina Tasawuf Underground mengatakan pihaknya mempunyai misi untuk menjadikan anak-anak punk dan jalanan menjadi manusia yang bermanfaat untuk masyarakat.
Pada kesempatan itu anak punk dan jalanan yang dihapus tatonya sebanyak 24 orang yang sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan lulus medis serta berkomitmen untuk melakukan perubahan untuk diri dan keluarga dengan mengikuti pembinaan.
Dalam waktu bersamaan, dibuka pendaftaran untuk punk dan anak jalanan yang ingin menyempurnakan hijrahnya, sebanyak 250 punk dan anak jalanan mendaftarkan diri untuk dapat mengikuti program IMS.
Acara dimeriahkan juga pentas penyanyi anak jalanan yang tergabung dalam group flyover band yang membawakan lagu religi khas jalanan.
Direktur Islamic Medical Service Imran Faizin di sela-sela acara menyampaikan motivasi kepada seluruh peserta hapus tato yang dilaksanakan di bawah fly over Stasiun Tebet Jakarta Selatan.
“Anak punk dan jalanan adalah saudara yang harus dituntun untuk menemukan jalan pulang, bila tidak dituntun khawatir pulang melewati jalan yang salah,” ujarnya.
Imron melontarkan pertanyaan kepada peserta “kita pulangnya kemana sih?” lalu peserta terdiam
“Kita pulang menuju surga-Nya, karenanya perlu pemantapan bekal melalui hapus tato dengan rangkaian pembinaan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi,” ucapnya.
Sementara itu, Iwan merupakan peserta tertua, saat ini 58 tahun berharap kegiatan ini tidak sebatas penghapusan tato saja tapi perlu dibuatkan pekerjaan agar tidak kembali ke jalanan dan sebagian besar berasal dari keluarga yang kurang beruntung.
Kegiatan ini terselenggara atas dukungan dari Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH), MTT Foundation, dan Bank Muamalat.
Editor:Asiyah Afiifah
Memperingati Kemerdekaan dengan Hapus Tato

Memperingati Kemerdekaan dengan Hapus Tato

Dalam menyambut peringatan kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia, beragam acara digelar untuk memeriahkannya, salah satunya dengan hapus tato.

Arif, owner SCoffe Pamulang sekaligus ketua penyelenggara hapus tato dalam sambutannya menyatakan, “untuk merdeka dari tato butuh pengorbanan dalam membersihkannya.”

Direktur IMS Imron Faizin dalam sambutannya menegaskan, “hijrah itu butuh konsistensi yang tinggi dalam mempertahankan kebaikan untuk terus dilakukan”. Ia menambahkan “Kemerdekaan yang hakiki adalah kemerdekaan jiwa.”

Kegiatan yang digelar di kawasan Villa Dago Pamulang, Tangerang, Banten, dimulai sejak pukul 08.00 WIB yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan tausyiah kemerdekaan.

Antusiasme masyarakat untuk menghapus tato cukup tinggi. Kuota yang tersedia 50 orang tapi jumlah pendaftaran mencapai 100-an orang.

“Saya sangat berterima kasih dengan acara ini, meskipun umur sudah tua tapi tato di tangan harus dihapus khawatir, tidak ada umur,” ujar Solihin salah seorang peserta hapus tato.

Seluruh peserta berharap layanan hapus tato ini terus berlanjut dan merata agar manfaatnya bisa dirasakan oleh semua kalangan masyarakat.

Kegiatan hapus tato pada hari kemerdekaan ini disponsori oleh S Coffe Pamulang serta didukung oleh MTT Foundation, BMM & Bank Muamalat.

IMS SINERGI DENGAN SAHABAT AL AQSHA

IMS SINERGI DENGAN SAHABAT AL AQSHA

Gempa dan Tsunami yang menimpa Palu, Sigi, dan Donggala pada (28/09/2018) sudah 14 hari berlalu, namun rumah masyarakat korban bencana masih dalam keadaan yang belum layak. Di desa labuan Lelea, Donggala rumah-rumah masyarakat ada yang rubuh, retak, atau yang paling ringan seluruh barang dirumah para korban terhambur jatuh, pecah, dan hancur.

“Ketika gempa datang kami semua langsung berhamburan keluar lari sekencang mungkin ke koala (sungai besar), tanah itu seperti terangkat-angkat. Kami yang tengah masak di dapur, nasi dan masakan lauk ikan kami melompat semua jatuh ke lantai.” Kisah ibu Anifah (40) salah satu korban selamat.

“Saudara kita ada yang kakinya diamputasi, tangan patah akibat tertimpa bangunan, banyak juga yang trauma termasuk anak saya ini. Kalau dia dengar suara truk atau getaran apa saja, dia cuma bengong dan bicara tak tentu.” Tambah anifah

Tim SAR yang mendistribusikan logistik sejak pagi menerima permintaan dari masyarakat Labuan Lelea, ketika tiba di posko labuan Lelea akan kebutuhan layanan kesehatan. Team IMS bersama Sahabat Al-Aqsha menerima permintaan tengah hari dan menuju lokasi sore hari.

Masyarakat labuan lelea mengungsi ke lokasi tepi sungai besar yang mereka sebut koala yang berjarak 10 km dari desa mereka, beberapa hari pertama mereka tidur hanya beratapkan langit dan beralaskan seadanya. Sungai menjadi tempat mandi dan mencuci selama mengungsi, efek kebiasaan mandi di sungai membuat hampir seluruh korban bencana terjangkit penyakit kulit dan diare.

“Kami sangat bersyukur team kesehatan mau menerima permintaan kami untuk berkunjung dan memberi pengobatan untuk kami. Sebagian dari kami baru hari ini bisa kembali ke labuan lelea karena keterbatasan kendaraan.” Tutup Ibu Anifah saat Team Medis akan beranjak meninggalkan lokasi pengobatan.

Tim medis IMS bersama dengan tim medis Sahabat Al Aqsha melakukan sinergi untuk memberikan layanan kesehatan keliling ke posko-posko yang tersebar di Palu dan Donggala. Selain para pengungsi korban bencana, tim medis juga memberikan pelayanan dan perawatan terhadap para anggota SAR yang mengalami kecapekan maupun yang terluka ketika sedang bertugas.

Selanjutnya IMS akan terus berusaha untuk memberikan layanan kesehatan sampai masa recovery dan pemulihan pasca bencana.

DARI POSKO KE POSKO IMS MELAYANI

DARI POSKO KE POSKO IMS MELAYANI

Berada di ketinggian dan dekat dengan daerah wisata pemandian air panas Bora, Sigi salah seorang warga memghampiri Ambulance Team Medis IMS, dia meminta bantuan dokter relawan berkenan datang ke tenda mereka yang berada disalah satu lajur jalan raya. Team yang tiba disambut beberapa orang keluarga lalu menyaksikan seorang nenek tua dengan tubuh kurus terbaring beralaskan kasur tipis dengan kaki diperban.

Beberapa jam sebelumnya ada team medis salah satu partai memberikan layanan dikarenakan keterbatasan perlengkapan nenek hanya mendapatkan balutan dikaki yang terluka dan patah. Team medis IMS membuka ulang balutan serta membersihkan luka dengan pelayanan terbaik lalu memberikan sepalak untuk menyanggah kaki nenek yang patah.

Selesai memberikan tindakan team kembali dijemput untuk datang ke rumah Bapak Hendarto, salah seorang korban bencana gempa dan tsunami palu, Sigi, dan Donggala. Bapak Hendarto mempersilakan Layanan kesehatan menggunakan rumahnya, beliau juga memanggil masyarakat sekitar agar datang untuk mendapatkan layanan kesehatan.

“Baru hari ini medis sampai ke desa kami pak, sebelumnya kami bingung harus berobat kemana ? Mau turun jarak cukup jauh. Alhamdulillah kebetulan bapak-bapak datang ke tempat kami, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.” Ungkap Bapak Hendarto, setelah ayahnya mendapat layanan sebab menderita asma dan terbaring pasca gempa yang datang pada 28 September yang lalu.

Setiap lokasi yang dikunjungi team medis selalu ada tindakan karena banyak dari korban bencana yang menderita patah tulang tertimpa bangunan, atau luka-luka terkena barang-barang ketika berusaha menyelamatkan diri ketik gempa datang. Meski masih ada beberapa bangunan rumah yang utuh, masyarakat tetap menggunakan tenda didepan masing-masing bangunan rumah. Masyarakat korban Bencana  juga belum berniat kembali karena masih mengalami trauma. Hampir setiap hari getaran gempa masih terasa di wilayah palu, sigi, dan Donggala hal tersebut membuat mereka enggan kembali ke dalam bangunan rumah yang sewaktu-waktu bisa saja rubuh jika gempa berkekuatan besar kembali datang.

Butuh Bantuan? Chat kami