fbpx
0813-8835-3030 care@imscenter.id
Select Page
KETUPAT LEBARAN UNTUK WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN

KETUPAT LEBARAN UNTUK WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN

Rasa bahagia nampak dari raut wajah seluruh penghuni Lapas Kembangkuning Nusakambangan, lebaran kali ini berbeda dengan lebaran yang sudah-sudah. Hidangan ketupat lengkap dengan opor ayam terhidang untuk seluruh warga binaan. Tidak hanya napi atau warga binaan yang muslim saja yang merasakan nikmatnya ketupat plus opor ayam, namun dirasakan juga oleh waga binaan yang beragama lain. Hal ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan kemenangan yang baru saja dirasakan.

Warga Binaan Pemasyarakatan yang berada di Lapas Kembangkuning merupakan warga binaan dengan kasus-kasus berat, namun telah mendapatkan pembinan yang baik sehingga sebagian besar mereka telah benar-benar hijrah dan melakukan taubatan nasuha. Sebagian besar mereka tidak dijenguk oleh keluarga maupun sanak family yang lain. Berbagai alas an tentunya melatar belakanginya. Seperti halnya ketika hari raya tiba, jika para warga binaan pemasyarakatan di lapas yang lain dapat dikunjungi oleh keluarga dan orang tercinta. Tidak demikian dengan penghuni lapas Nusakambangan.

Salah satu warga binaan lapas Kembangkuning Ahmad Falah (52 tahun) memberikan komentar atas tersajinya ketupat lebaran : “dengan adanya ketupat lebaran ini mengibur kami, karena kami tidak dikunjungi oleh keluarga karena ada wabah covid 19. Bagi saya Tiada lebaran tanpa ketupat” selorohnya sambil tertawa.

Baca Juga : Paket Sembako untuk Punk & Anak Jalanan

Lain halnya dengan Muhammad fitrah Abdullah (46 tahun) terpidana kasus narkoba, sangat senang dengan adanya hidangan lebaran di lapas kali ini. “Alhamdulillah, rasanya enak dan banyak sehingga kami semua kenyang. Mudah-mudahan tahun depan ada lagi”. Ucapnya penuh harap “Saya ucapkan terimakasih kepada IMS dan donatur lainnya seperti Havara, YBS, Salsabila & donasi rakyat.id yang sangat perhatian kepada WBP lapas kembangkuning, ditengah wabah covid 19 diluar masih ada perhatian untuk WBP yg ada di lapas”. Ucap Kalapas Kembangkuning Bapak UNGGUL WIDIYO SAPUTRO. “Alhamdulillah, kami kedua kalinya dapat berpartipasi untuk dapat menghadirkan ketupat dan opor ayam saat hari raya untuk penghuni Lapas Kembangkuning Nusakambangan. Namun kali ini kami dapat mengajak beberapa lembaga yang lain untuk turut berpartisipasi”, kata Imron Faizin.

“Warga binaan merupakan saudara kita juga yang berhak untuk merasakan meriahnya hari raya, setidaknya mereka semua dapat merasakan hidangan ketupat dan opor ayam yang merupakan menu khusus yang hadir di hari raya”, Imron Menambahkan.

Pada hari raya kali ini panitia syawal Lapas Kembangkuning telah membuat ketupat sebanyak 900 buah dengan menghabiskan beras sebanyak 75 kg. Untuk menu opor, tersedia 56 ekor ayam pejantan yang dibeli dari Cilacap.
Janur sebagai bahan baku pembuatan ketupat didapat oleh warga binaan di sekitar lapas. Diambil oleh warga binaan yang menjalani asimilasi. Pembuatan ketupat melibatkan banyak warga binaan, sementara untuk memasaknya sebanyak 20 orang berjibaku didapur.

Nikmatnya menu ketupat & opor ayam di Lapas Kembangkuning Nusakambangan dapat dinikmati oleh para penghuninya berkat bantuan dari Islamic Medical Service (IMS) yang didukung oleh Yayasan Berdayakan Sesama (YBS), Donasi Rakyat.id, Havara Foundation dan Yayasan Cikal Cendekia Salsabila.

Paket Sembako untuk Punk & Anak Jalanan

Paket Sembako untuk Punk & Anak Jalanan

Anak punk & anak jalanan kerap dipandang sebelah mata. Meskipun mereka sudah mulai rutin ikut pembinaan, namun gaya atau tampilan masa lalu masih kuat melekat. Walaupun sudah mentab berhijrah, sebagian besar mereka sesekali masih suka turun dijalanan untuk sekedar mengingat masa lalu atau kembali mengais rezeki disaat situasi sulit seperti saat ini.

Melalui program hapus tato, IMS merangkul anak punk sejak 2017 yang lalu. Dilanjutkan dengan pembinaan hingga saat ini yang dikenal dengan Sahabat Hijrah.

Akibat dari pandemi COVID-19 inilah yang memisahkan IMS berkegiatan dengan mereka. Sebagai sambung tali silaturrahmi IMS mengajak mereka untuk berbagi dengan sesama.

Pundi-pundi uang mereka kumpulkan dengan bahu membahu dengan mengamen untuk menghadirkan berbagi buka puasa dengan sesama di lampu merah Tambun Bekasi Jawa Barat pada 27-28 Ramadhan yang lalu.

Mereka memiliki tagline “Berbagi Itu mudah”. Itulah yang membuat mereka semangat untuk mewujudkannya dengan IMS.

Andre salah satu dari puluhan anggota Punk Kajian yang dengan sengaja menyisihkan Uang hasil mengamen diserahkan ke IMS untuk dilengkapi jumlahnya agar kemanfaatannya dirasakan banyak orang. “Alhamdulillah, meskipun dalam sehari mengamen dapat Rp. 25.000 yang Rp. 20.000 saya simpan untuk berbagi buka puasa, karena berbagi buka puasa pahalanya sama kata ustadz yang membimbing kami” tuturnya ketika menyerahkan hasil ngamen untuk di donasikan.

Niatan mereka sangatlah tulus, untuk menghargai itu IMS mengundang dua komunitas Punk, yaitu Tasawuf Underground kolong Tebet dan Punk Kajian Bekasi untuk berbuka puasa dan hapus tato lanjutan di Klinik IMS serta pembagian sembako pada 29 Ramadhan kemaren.

“Kami tahu bahwa mereka rindu dengan kita semua untuk kembali aksi & berbagi, namun karena wabah yang sedang terjadi untuk sementara waktu kita harus behenti. Pada momen ramadhan ini, kami mengajak mereka untuk silaturahim. Tujuan kami mengundang mereka untuk menyambung tali silaturahim agar lebih dekat, mereka adalah bagian dari keluarga IMS”. Ujar direktur IMS Imron Faizin disela-sela kegiatan berbagi sembako sehat.

Mukhotib pun menjelaskan, “hapus tato di bulan ramadhan ini merupakan treatment lanjutan bagi teman-teman punk yang sudah 4 kali melakukan hapus tato”. “kami bukan tidak menerima yang baru pertama hapus tato akan tetapi waktu yang tidak memungkinkan serta masih adanya pandemi COVID-19”. Imbuhnya.

“Kami bukan tidak butuh sembako, tetapi kami ingin agar anak yatim, dhuafa ikut berbahagia seperti kami. Boleh tidak sembako teman-teman sebagian dikumpulkan untuk disumbangkan ? tanya Ata dan Andre ke ketua program Ramadhan 1441 H Arisky Romadhan.

“Terus terang, hati kami tersentak mendengar pertanyaan mereka, haru juga ; meskipun penampilan mereka kumuh dan nakal akan tetapi mereka masih punya hati untuk berbagi dengan sesama ditengah keterbatasan yang mereka miliki”. Tutur Rizky sesaat setelah pembagian paket sembako dilangsungkan.

Paket sembako yang terdiri dari beras, gula, minyak goreng dan lain-lain yang mereka terima sebagian mereka salurkan lagi untuk- untuk anak yatim dan dhuafa. Mereka hanya mengambil seperlunya saja. Sungguh suatu kebaikan yang mengalir nilai manfaatnya.

Baca Juga : KOLABORASI AKSI BPKH, IMS & DT PEDULI

Paket sembako yang diterima oleh anak jalanan & punk hijrah ini merupakan paket bantuan dari BPKH & DT Peduli yang diamanahkan penyalurannya melalui Islamic Medical Service (IMS).

Bupati Lombok Barat Resmi Buka Hapus Tato

Bupati Lombok Barat Resmi Buka Hapus Tato

Bicara hapus tato, memang tidak ada matinya. Roadshow yang di mulai pertengahan oktober-november 2019 selalu memiliki pemandangan yang unik apalagi terkait peserta yang selalu punya cerita latar belakang yang unik pula.

Ditengah kesibukan aktifitas yang cukup padat, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, S.Ag, MSI hadir dan membuka kegiatan hapus tato secara resmi pada rabu (30/10) di aula setda kabupaten Lombok Barat. Bupati yang baru menjabat 6 bulan itu dalam sambutannya mengaku bahagia dan berterima kasih kepada seluruh tim yang telah memberikan layanan kepada 270 warganya untuk menghapus tato. Mantan ketua jaringan radio komunitas itu berharap kegiatan hapus tato ini menjadi wasilah untuk kembali mendapatkan hidayah yang telah lama menghilang akibat salah pergaulan.

M. Fahrurrozi pun berterima kasih kepada pemda lombok barat yang telah memberikan izin kegiatan di komplek pemerintahan kab. Lombok Barat di Girimenang. Disaat yang sama, Direktur utama Yayasan Berdayakan Sesama mengapresiasi Polda NTB yang terus mengawal keamanan acara di setiap daerah se pulau Lombok.

“Islamic Medical Service (IMS) selama 2 bulan memberikan layanan medis selama masa recovery pasca gempa yang menimpa Lombok 1 tahun yang lalu” kenang Imron dihadapan Bupati Lombok Barat dalam sambutan acara hapus tato. Direktur IMS itu pun mengajak Pemda Lombok Barat untuk bersama-sama mewujudkan 1 klinik hapus tato di setiap kabupaten/kota se-pulau Lombok.

Iskandar (59 th) orang tua dari 5 anak dan 1 orang cucu, salah satu peserta dari Sumbawa berkomentar : ” program yang luar biasa, saya telah menunggu kapan layanan ini sampai di NTB. Saya membuat tato ketika masih kuliah semester 2, keinginan kuat untuk menghapus muncul semenjak berumah tangga.”

“Biaya yang mahal dan keterbatasan dana menyebabkan hapus tato urung saya lalukan, saya berterima kasih kepada IMS yang sudah jauh-jauh dari Jakarta datang ke pulau Lombok” imbuh pensiunan dinas peternakan ini.

Lalu M. Iqbal Wahid humas BSMI Kota Mataram relawan hapus tato mengaminkan ajakan direktur IMS tentang klinik hapus tato yang telah dicanangkan IMS dan Yayasan Berdayakan Sesama, semoga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat NTB tutupnya disela-sela kesibukannya menganalisa hasil laboratorium peserta hapus tato.

Program roadshow hapus tato di pulau Lombok ini mendapat dukungan dari Baitul Maal Muamalat (BMM), Bank Muamalat Indonesia (BMI), MTT Foundation, LazisMU, JT Clinik, Baznas provinsi NTB, dan sabana foundation.

Ratusan Pemuda Teguhkan Sumpah Pemuda dengan Hapus Tato

Ratusan Pemuda Teguhkan Sumpah Pemuda dengan Hapus Tato

Yayasan Berdayakan Sesama (YBS) dan Islamic Medical Service (IMS) memiliki visi yang sama untuk memfasilitasi kaum muda menghapus tato. Tujuannya untuk membantu mereka menguatkan nilai sumpah pemuda dengan berhijrah. Karena itu IMS menggelar program hapus tato di sejumlah daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Direktur IMS, Ustaz Imron Faizin berbicara dengan para peserta hapus tato yang terdiri dari pemuda dan pemudi di Kota Mataram, Pulau Lombok, NTB. Mereka menerangkan latar belakang menggoreskan tato di tubuhnya.

Ustaz Imron menceritakan, usai berbicara dengan para peserta, salah seorang peserta hapus tato mengajak kepada seluruh peserta lainnya untuk bersama-sama mewujudkan klinik hapus tato pertama di NTB dengan wakaf tunai. Dia berharap tahun 2020 klinik hapus tato sudah berdiri dan beroperasi.

IMS bersyukur program hapus tato sahabat hijrah sudah berlangsung tiga hari dengan lancar di Ballroom Islamic Center Husnul Wathan NTB, Kota Mataram. “Hal ini tentunya tidak lepas dari dukungan Baitul Maal Muamalat (BMM) Pusat, MTT Foundation, LazisMu, JT Clinik, Sabana Foundation, Baznas NTB dan BMI Cabang Mataram,” kata Ustaz Imron kepada Republika, Selasa (29/10).

Direktur Eksekutif Yayasan Berdayakan Sesama (YBS), Muhammad Fahrurrozi mengatakan, hampir 80 persen peserta hapus tato adalah kaum muda. Hapus tato di NTB dilaksanakan di beberapa kabupaten dan kota di Pulau Lombok mulai dari Oktober sampai November 2019.

“Cukup beralasan kami mengadakan hapus tato di beberapa tempat di Pulau Lombok,” ujarnya.

Junaidi (26 tahun) salah seorang peserta hapus tato di Kota Mataram mengaku terpapar narkoba saat berusia 15 tahun. Dia sadar dan keluar dari dunia gelap saat menginjak usia 25 tahun. Tepat setelah over-dosis akibat narkotika yang disuntikan ke tubuhnya.

Junaidi kini menjadi pemuda penggerak kegiatan komunitas kepemudaan. Komunitas tersebut bernama Khidmat 24 Jam di Masjid. “Saat ini komunitas sudah beranggotakan 80 orang yang hampir 60 persen memiliki tato di tubuh dan mereka mantan anak jalanan,” kata Junaidi.

Hari Santri di Bali dengan Kegiatan Hapus Tato

Hari Santri di Bali dengan Kegiatan Hapus Tato

Semangat berislam di Kota Denpasar, Bali, memberikan semangat perubahan bagi diri 50 warga yang mengikuti kegiatan hapus tato yang di laksanakan di Masjid Al-Furqan Jl. Gatot Subroto Barat Denpasar, Bali (22/10/2019).

H. Yoyo Dwi Prasetyo Bendahara DPW Hidayatullah Bali dalam sambutan mengatakan antusiasme warga cukup tinggi, pendaftaran belum lama dibuka kuota yang telah ditargetkan terpenuhi.

Ustadz yang akrab dipanggil Yoyo ini pun berharap hapus tato di Denpasar bisa dilanjutkan lagi.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Al Furqan H. M. Bustami selaku penyelenggara memberikan apresiasi bagi Tim IMS yang berusaha keras untuk bisa sampai di Denpasar melalui jalur darat, merupakan rangkaian roadshow hapus tato Jawa, Bali, NTB.

Ia pun mengamini harapan DPW Hidayatullah Bali untuk melanjutkan kegiatan hapus tato di Kota Denpasar.

I Komang Perdana (40 tahun) yang mualaf sejak tahun 1990 ini mengucapkan terima kasih atas program hapus tato.

Ia pun mengaku cukup lama mencari cara menghapus tato yang sudah puluhan tahun melekat di badannya.

Komang pun sengaja menyertai anaknya yang baru kelas 5 sekolah dasar untuk menemaninya menghapus tato agar kelak tidak ikutan bertato.

Ketika dikonfirmasi, anaknya pun mengatakan, “tato itu gampang membuatnya susah menghapusnya,” kata-kata itu ia dapatkan dari beberapa video yang ia download dari akun video berbagi.

Rizky (24 tahun) selaku Penangung Jawab Tim IMS menyampaikan, “Bali merupakan kota ketiga dalam rangkaian roadshow IMS Kali ini, selanjutnya IMS melanjutkan perjalanan ke Lombok. Sudah ada seribu lebih Sahabat Hijrah yang telah mendaftar.”

Kegiatan hapus tato di Bali bertepatan dengan Hari Santri (22 Oktober 2019). Hal ini dilaksanakan pada Hari Santri dengan harapan setiap peserta menjadi santri bagi diri dan keluarganya.

Kegiatan Hapus Tato di Bali ini terlaksana atas sinergi DPW Hidayatullah Bali, Masjid Al Furqan, BMH, Sabana Foundation, LazisMU, Hijabers Mom Comunity Bali, Baitul Maal Muamalat (BMM), MTT Foundation & JT Clinik.* Kiriman Imron Faizin/IMS

Lazismu Dukung Roadshow Hapus Tato IMS

Lazismu Dukung Roadshow Hapus Tato IMS

Lembaga Zakat, Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) mendukung program Roadshow Hapus Tato Islamic Medical Service (IMS) di Yogyakarta, Bojonegoro, Bali, dan Lombok. Berdasarkan catatan IMS, sebelumnya IMS telah menghapus tato sebanyak 4.000 orang.

“Lazismu turut mendukung program Hapus Tato IMS dengan meminjamkan mobil Ambulans sebagai operasional selama kegiatan berlangsung dari bulan Oktober hingga November 2019,” kata Direktur IMS, Ustaz Imron Faizin kepada Republika.co.id, Ahad (20/10).

Ustaz Imron menyampaikan, Insya Allah Lazismu juga akan mendukung operasional kegiatan hapus tato di sejumlah daerah. Dia juga menyampaikan, sebagai lembaga yang bergerak melayani masyarakat di bidang kesehatan maka IMS sangat terbuka dan bisa bersinergi dengan pihak manapun.


Dia mengatakan bahwa IMS banyak melakukan program keumatan di bidang kesehatan. Termasuk membantu sahabat hijrah agar lebih baik dalam meniti kehidupannya. Hingga sekarang sudah ribuan orang mendapatkan layanan hapus tato dari IMS. “Sejauh ini tercatat sudah 4.000 jiwa mendapatkan manfaat layanan hapus tato IMS,” ujarnya.

Ustaz Imron menyampaikan, hapus tato yang diselenggarakan di Bojonegoro pada 19 Oktober 2019 mendapat respons positif dari peserta yang hadir. Masyarakat di sana menanyakan kapan pelaksanaan hapus tato yang kedua.

Wakil Ketua Lazismu Bojonegoro, Rudi Suparno dan timnya datang langsung menyaksikan jalannya kegiatan hapus tato hingga selesai. Dia menyatakan bahwa kegiatan hapus tato ini memiliki nilai dakwah yang cukup tinggi untuk kalangan anak muda.

“Program hapus tato ini sangat penting jika terus dipadukan karena bernilai dakwah sangat tinggi di kalangan anak muda,” kata Rudi.

Rudi juga memiliki keinginan untuk memadukan program Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dengan hapus tato yang notabene dikelola oleh anak-anak muda. “Insya Allah kita akan sinergi lagi dengan IMS untuk hapus tato ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (Poroz), Rizaludin Kurniawan yang juga direktur program Lazismu menegaskan bahwa program hapus tato yang diinisiasi IMS merupakan program yang patut didukung. “Program hapus tato ini merupakan dakwah yang nyata, harus dukung,” tegasnya.

Butuh Bantuan? Chat kami