fbpx
0813-8835-3030 care@imscenter.id
Select Page
IMS RECOVERY KORBAN BANJIR DENGAN PENGOBATAN

IMS RECOVERY KORBAN BANJIR DENGAN PENGOBATAN

Masyarakat Garut yang terdampak banjir bandang pada September 2016 silam sudah menjalani hari-hari dengan normal. Namun, sebagian masyarakat masih terngiang dengan bencana yang telah merenggut banyak korban jiwa dan merusak rumah, jalan, dan fasilitas umum lainnya. Alhamdulillah, tepat setahun dari kejadian banjir bandang tersebut IMS berkesempatan mengunjungi salah satu wilayah yang terkena dampak banjir tersebut.

Di kampung Mekar Sari Desa Haur Panggung Kecamatan Teronggong Kidul Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, persisnya pada warga RT 01, RT 02, RT 03 dan RT 04 di RW 20. IMS memberikan layanan kesehatan terhadap masyarakat yang telah koordinasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat beberapa hari sebelum tiba ke lokasi.

Dikarenakan jalanan dari Jakarta menuju lokasi baksos macet, kegiatan yang semula direncanakan setelah ba’da zuhur harus sedikit digeser. Tepat pukul 14.00 wib bertempat di teras dan halaman masjid Al-Aziz RT 01 RW. 20, posko kesehatan dibuka oleh panitia. Masyarakat yang telah menunggu dari pagi menyambut dengan antusias, satu persatu mereka mengantri untuk melakukan pendaftaran.

Warga sangat senang dengan adanya pengobatan secara cuma-Cuma ini. Salah satu warga Bapak Erwin (45 th) selaku pasien atau peserta menuturkan “alhamdulillah setelah saya mendengar pengumuman dari masjid saya langsung bergegas menuju masjid untuk memeriksakan penyakit saya, istri dan anak saya yang kemarin sempat terkena benda tumpul yang menghanyut di bawa banjir dan mengenai saya dan anak saya. Alhamdulillah tadi sudah di kasih obat oleh dokter dan saya sangat berterima kasih sekali kepada pihak penyelenggara yang telah memberikan pengobatan gratis seperti ini, karena disini memang masyarakat memiliki perekonomian menengah kebawah. Jadi dengan adanya acara pengobatan gratis ini saya pribadi sangat berterima kasih. Dan semoga musibah banjir ini tidak terulang lagi”.

Senada dengan Bapak Erwin, ibu Neni Rahmawati ( 43 th) ”kami sangat terbantu sekali dengan adanya pengobatan gratis ini. Karena disini kita bisa berobat secara gratis dan berkonsultasi ke dokter juga, karena kalo ke puskesmas juga saya harus mengeluarkan uang dan itu sedikit memberatkan saya soalnya saya harus menghemat uang buat anak-anak sekolah. Acara yang sangat baik dan membantu sekali menurut saya dan ucapan terima kasih kepada pihak yang telah perduli untuk memberikan bantuan kepada warga kampung Mekar Sari ini.”

Menurut dokter Syaifuddin Hamid (60 th) selaku kepala Emergency IMS sekaligus pimpinan rombongan menyampaikan bahwa dipilihnya Kampung Mekar Sari ini dikarenakan selain warga disini merupakan korban banjir, mereka juga belum mendapatkan layanan kesehatan pasca bencana kemaren.

Akhirnya kegiatan di tutup pada pukul 17.00 wib dengan jumlah pasien sebanyak 150 jiwa. Adapun keluhannya beragam, diantaranya magh, hipertensi, asam urat, demam, flu, gatal-gatal dan reumatik.

Selanjutnya melanjutkan perjalanan masih di kabupaten Garut, yaitu menuju desa Cintanegara untuk melakukan pengobatan umum dan khitan massal di daerah tersebut.

RECOVERY GEMPA : WARGA PIDIE MENDAPATKAN LAYANAN KESEHATAN

RECOVERY GEMPA : WARGA PIDIE MENDAPATKAN LAYANAN KESEHATAN

Gempa yang terjadi pada awal bulan Desember 2016 kemaren masih menyisakan duka yang mendalam bagi seluruh masyarakat Pidie Jaya Aceh. Meskipun masyarakat Pidie sudah melakukan aktivitas rutin, namun trauma masih menyelimuti sebagian besar warga Pidie. Karena sesekali masih terjadi gempa susulan yang skalanya kecil.

Pasar sudah nampak mulai ramai, anak-anak sudah mulai sekolah, para orang tua juga sudah mulai kembali bekerja. Ada juga yang sudah mulai membangun kembali rumah-rumah mereka yang hancur. Sebagian besar warga masih tinggal di tenda-tenda yang mereka dirikan disamping rumah mereka yang rata dengan tanah.

Pada kesempatan kali ini, setelah sebelumnya telah dua kali mengirimkan team medis ke Pidie. Setelah gempa berlalu, IMS selaku lembaga kemanusiaan khusus dibidang kesehatan kembali menurunkan teamnya untuk turut melakukan recovery pasca gempa. Program recovery yang dijalankan IMS adalah layanan kesehatan, penjegahan kekacingan, dan penyaluran bantuan.

Selama kurang lebih selama 4 minggu berada di lokasi bencana, IMS mendatangi beberapa lokasi yang berbeda. Diantaranya : Desa Dee, Desa Deah Teumanah, Desa Pulo U, Dusun Rhieng, Desa Tampul dan Tampui. Bertempat di tenda-tenda yang menjadi posko, balai desa dan rumah warga yang masih utuh IMS memberikan layanan kesehatan kepada warga yang telah berkumpul. Rata-rata mereka konsultasi tentang penyakit yang dirasakan, mengontrolkan luka-luka yang dijahit, memeriksakan kondisi kesehatan dan keluhan-keluhan yang beragam lainnya.

Selain itu, team medis IMS berkesempatan langsung memberikan edukasi dan pemeriksaan khusus untuk pencegahan kecacingan di Paud. Dimana anak-anak masih melanjutkan kegiatan belajarnya di bawah tenda. Tidak berhenti disitu, IMS juga terus memberikan penjegahan kekacacingan terhadap anak-anak disetiap desa-desa yang disambangi dalam layanan kesehatan yang dilakukan.

“Ucapan banyak terima kasih dari masyarakat kami untuk team medis dari jakarta yang sudi memberikan layanan kesehatan gratis setelah gempa” urai Pai kepala Desa Kampung Dee Kab. Pidie Jaya.

Tidak hanya layanan kesehatan, pada kedatangan kali ini IMS juga menyalurkan bantuan dari para mitra dan donatur IMS yang telah mengamanahkan dananya. Salah satunya adalah bantuan untuk pembangunan rumah tahfidz di Pidie.

Aksi peduli bencana dalam rangka recovery gempa Pidie, dimulai dari hari kamis 12 Januari 2017 dan berkahir pada hari minggu 15 Januari 2017. Selama kurang lebih 4 hari IMS telah memberikan layanan kesehatan terhadap 573 pasien yang menjadi korban gempa. Selain akan turut membantu mendukung kegiatan-kegiatan yang lain untuk warga korban Gempa, IMS juga akan berencan melakukan khitanan massal untuk anak-anak Pidie. Semoga kegiatan ini dapat terwujud dan terlaksana dengan baik.

AKSI PEDULI BENCANA NUSATARA – IMS PEDULI BANJIR JAKARTA

AKSI PEDULI BENCANA NUSATARA – IMS PEDULI BANJIR JAKARTA

Hujan deras yang melanda sejumlah kawasan di jabodetabek sejak dini hari (21/2) membuat sejumlah pemukiman warga terendam dan ruas jalan di Jakarta lumpuh tergenang air. Sampai malam hari air belum juga menurun di sejumlah titik lantaran rintik hujan belum mereda. Tim Emergency Tanggap Bencana Islamic Medical Service turun ke lokasi sekitar pukul 11:00 WIB dengan tujuan ke Perumahan Dosen IKIP Jatikramat Bekasi. Setibanya di lokasi air masih sangat tinggi dan cukup deras sehingga tidak memungkinkan tim untuk membuka posko kesehatan disana. Tim yang di komandoi oleh Dr. Syaifuddin merubah tujuannya yaitu ke Masjid Borobudur Cipinang Melayu Jakarta Tmur. Situasi di masjid borobudur telah ramai dengan para pengungsi dan relawan-relawan serta posko-posko kesehatan yang hadir untuk membantu para korban banjir. Melihat situasi tersebut tim IMS kembali mencari tempat yang belum terdapat posko untuk menolong korban yang terkena banjir dan yang belum mendapatkan pertolongan kesehatan.

Sekitar pukul 15:10 WIB Tim IMS tiba di pemukiman warga yang berada di Cipinang Melayu Kec. Makasar RT.009/RW.03 dan langsung mendirikan posko layanan kesehatan. Tidak butuh waktu lama para korban banjir langsung mengantri untuk mendapatkan layanan kesehatan yang di ketuai oleh Dr. Saifuddin. Beragam keluhan dari para korban banjir dari penyakit kulit seperti gatal-gatal di kaki dan tangan, maupun luka terkena benda-benda yang menghanyut di sekitarnya. Serta diare, meriang, dan pusing-pusing setelah lama berendam di air banjir untuk menyelamatkan barang-barang mereka yang bisa di pindahkan ketempat pengungsian atau tempat yang tidak terendam air. Pada pukul 18:15 WIB Tim IMS memutuskan untuk pulang karena melihat kondisi di lapangan, warga atau masyarakat sudah mulai membaik dan telah beristirahat di posko pengungsian/masjid yang berada di pemukiman tersebut.

Kemudian pada keesokannya, hari rabu (22/2/2017) Tim IMS kembali menuju posko cipinang melayu guna untuk melayani masyarakat atau korban yang masih memerlukan pengobatan. Tim IMS tiba di lokasi pada pukul 12:45 WIB setelah ba’da shalat zuhur, situasi di lapangan di mana air yang sudah menurun dan sudah tidak terdapat genangan air di rumah warga dan wargapun sibuk untuk membersihkan rumahnya masing-masing. Pasien yang di jumpai memiliki keluhan yang sama seperti yaitu gatal-gatal, diare, demam, pusing-pusing serta masuk angin.

Komentar salah satu korban banjir yang mendapatkan layanan kesehatan, Ibu Fatmwati ( 45 tahun) : “Alhamdulillah dengan adanya posko kesehatan ini kami warga cipinang melayu yang terkena banjir, khusunya diri saya pribadi merasa sangat terbantu dengan kehadiran relawan dari IMS ini. Dengan adanya posko ini warga yang mengalami keluhan seputar kesehatan mereka dapat mengobatinya atau setidaknya meringankan sakit mereka yah seperti gatal-gatal, pusing, flu, dll. Harapan kedepan semoga relawan IMS ini dapat lebih tanggap lagi soal bencana seperti ini karena layanan kesehatan seperti ini sangatlah di butuhkan dalam kondisi sekarang ini. Yah mudah-mudahan bencana banjir ini tidak akan ada lagi kedepannya’.

Lain lagi dengan Bapak  Rizal (50 tahun), pasien yang  mengelukan gatal-gatal di kaki, tangan dan badan ini berkomentar : “Alhamdulillah sangat baik, dan sangat terbantu sekali dengan adanya posko kesehatan seperti ini. Jadi kami tidak bingung lagi mau cari pengobatan karna berkat adanya posko ini yang lokasinya tidak jauh dari rumah saya (Lokasi Banjir). Karna dalam keadaan sekarang banyak warga yang masih sibuk menyelamatkan barang-barang mereka dan melupakan kondisi kesehatan mereka yah mungkin mereka mikirnya mau cari obat nanti saja karna jauh harus ke puskesmas atau ke rumah sakit dulu”.

Menurut dokter Syaifuddin Hamid (55 tahun) : “tujuan dari  pembukaan posko layanan kesehatan ini adalah untuk membantu masyarakat korban banjir khususnya yang ada di daerah pemukiman Cipinang Melayu RW.009/RT.03 agar mendapatkan layanan kesehatan yang baik, dan meringankan beban mereka karna kondisi cuaca dan lingkungan yang buruk”

“Sebagaian besar masyarakat yang terkena banjir ini memiliki keluhan seperti pusing-pusing di bagian kepala, gatal-gatal di kaki tangan dan badan, meriang, diare, demam, dan pegal-pegal” , dokter Syaifuddin menambahkan.

RECOVERY BANJIR JAKARTA

RECOVERY BANJIR JAKARTA

IMS – (Jakarta, 25/02/2017) Setelah beberapa hari banjir di sebagian pemukiman di Jakarta mulai berangsur surut, wargapun yang sebelumnya mengungsi di posko-posko yang disedikan oleh pemerintah maupun swasta sudah mulai pulang ke rumah masing. Mereka mulai membersihkan rumah dan lingkungan sekitar, memberishkan dari sisa banjir yang masih menumpuk diantaranya didominasi oleh sampah dan lumpur. Masih nampak beberap posko berdiri di wilayah Cipinang Melayu Kecamatan Makasar Jakarta timur, diantar posko-posko itu nampak pula posko kesehatan yang didirkan oleh IMS & Laznas BMH.

Beranggotakan dokter, perawata, apoteker dan relawan non medis Tim Medis IMS tiba di lokasi pada pukul 09:00 wib dengan membawa mobil serta obat-obatan dan peralatan bayi serta perlengkapan lainnya yang diterima langsung oleh ibu Wati selaku ibu RW.03 kelurahan Cipinang Melayu Jakarta Timur, untuk di berikan kepada warga yang menjadi korban banjir.  Acara recovery yang ini disambut positif oleh warga pemukiman di RW.03 tersebut. Terbukti bahwa pada saat baru di buka posko recovery tersebut warga sudah mulai mengantri untuk berobat dan berkonsultasi ke dokter, bahkan ada yang pulang kerumah untuk menjemput anak dan keluarganya untuk berobat ke posko recovery yang di adakan oleh IMS yang bekerja sama dengan BMH dan SAR hidayatullah ini.

Acara yang berlangsung selama 4 jam tersebut berjalan secara tertib dan teratur. Meskipun cuaca sedikit panas tetapi warga tetap sabar mengantri untuk mendapat layanan kesehatan dari Islamic Medical Service. Adapun keluhan-keluhan yang dirasakan warga rata-rata yaitu Ispa, Dermatitis, Rematik, dll. Kondisi warga pada saat itu masih sibuk bersih-bersih rumah dan halaman yang masih banyak lumpur akibat banjir.

Menurut Ahmad Cholik (30 tahun) selaku kepala bidang Emergency IMS, tujuan diselenggarakan Recovery ini adalah untuk menanggulangi penyakit yang diderita Para korban bencana banjir dan sekaligus silaturahmi antara IMS dan mitra terhadap masyarakat kelurahan cipinang melayu RT.009 RW.03.

“ini merupakan bentuk perhatian IMS kepada masyarakat yang berdampak langsung dengan musibah banjir yang terjadi, alhamdulillah selama beberapa aksi IMS di lokasi kita disambut dengan baik oleh warga korban banjir. Tak lupa kami ucapkan terima kasih ke Laznas BMH selaku pendukung kegiatan selama banjir dan pasca banjir, semoga kerja sama yang baik ini bisa terus terlin dengan baik”. Komentar Ahmad Kholik

Sementara itu menurut dokter Iqbal selaku kepala tim medis, mengiformasikan : “ warga yang berobat rata-rata menderita penyakit Ispa, Dermatitis, dan Rematik karena dampak banjir yang melanda pemukiman mereka serta lingkungan yang kotor yang menyebabkan banyak anak-anak yang terganggu kesehatannya”.

Ibu Wati (ibu RW.03) : “alhamdulillah dan terimakasih sekali, acara yang begitu mulia ini yang di selenggarakan oleh IMS sangat kami rasakan manfaatnya dan sangat membantu warga-warga kami khususnya RW.03 ini serta bantuan yang di berikan ini sangat lah membantu kami disini yang memang sangat membutuhkan perlengkapan dan peralatan serta obat-obatan. Tak banyak yang bisa kami beri kecuali ucapan terimakasih sebanyak2nya kepada IMS dan tim lainnya yang sudah peduli kepada kami warga RW.03 ini. Harapan saya selaku ibu RW.03 kedepan yah semoga bencana ini tidak lagi terulang. Dan untuk IMS yah semoga aksi tanggap bencana seperti ini terus di lakukan karna posko-posko yang seperti ini yang paling di cari waktu terjadi bencana”

pada recovery kali ini tidak hanya layanan kesehatan berupa pengobatan gratis saja yang diterima oleh warga korban banjir, namun bantuan yang lain diantara perlengkapan kebersihan, sembako dan perlengapan bayi berupa pakaian dan makanan bayi.

WARGA PIDIE MENDAPATKAN PENGOBATAN

WARGA PIDIE MENDAPATKAN PENGOBATAN

Setelah pada tanggal 7 Desember 2016, tepatnya pada malam harinya setelah gempa yang berkekuatan 6,4 skala Richter IMS menerjunkan tim untuk menyalurkan bantuan. Untuk kedua kalinya tim medis IMS kembali ke Pidie, selama 3 hari dokter Syaifudin Hamid keliling ke beberapa lokasi posko pengungsian untuk memberikan layanan kesehatan terhadap warga yang menjadi korban

Siang dan malam dokter Syaifudin ditemani beberapa relawan menyambangi satu-persatu posko-posko pengungsian yang tersebar di beberapa lokasi yang berbeda.  Berbagai macam keluhan disampaikan oleh warga yang mendapat kunjungan dokter Syaifudin. Adapun Kasus terbayak yang beliau temuai adalah sebagai berikut : polimyalgia, post luka robek,hipertensi, gastritis,dermatitis,osteo artritis,neurosa ansietas,ispa,gangguan mata,otitis ekterna,psikosomatik,vatique dan gangguan jiwa.

Tidak hanya di kota, namun dr. Syaifudin masuk ke desa-desa yang merupakan korban gempa. Menurut beliau, warga di desa yang jauh dari pusat keramaian belum banyak mendapatkan bantuan logistik dan sembako.

Sebagian besar pengungsi berpusat di Pasar Induk Meureudu. Peristiwa ini menimbulkan banyak korban jiwa dan luka-luka. Kebutuhan darah pun meningkat tajam karena banyak korban mengalami patah tulang dan butuh operasi segera.

Sementara itu, selaian kebutuhan logistik dan layanan kesehatan yang paling mendesak warga adalah adanya pasokan air dan listrik, terutama bagi mereka yang tinggal di pengungsian.

Dokter Syaifudin Hamid selaku medis IMS berada dilokasi bencana dari tanggal 11 desember sampai dengan tanggal 13 desember 2016. Menurut beliau pendampingan terhadap para warga sangat dibutuhkan, selain kebutuhan pokok dan layanan kesehatan yang harus diperhatkan. Warga perlu ada semacam trauma healling, karena banyak sekali warga yang terguncang akbita musibah ini.

Gempa bumi yang menghantam Pidie Jaya dengan guncangan 6,5 pada skala Richter yang berpusat pada 5.19 LU-96.36 BT, 18 kilometer timur laut Kabupaten Pidie Jaya atau 121 kilometer Tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 10 kilometer. Membuat 11.000-an rumah rusak, 2.000-an rusak berat, 1.500-an rusak sedang, dan 8.000-an rusak ringan, termasuk puluhan masjid yang juga mengalami kerusakan berat. Adapaun warga yang meninggal dunia sekitar 76 orang meninggal dunia dan 8 orang lagi belum diketemukan.

LAYANAN KESEHATAN UNTUK WARGA GARUT

LAYANAN KESEHATAN UNTUK WARGA GARUT

Islamic Medical Service yang tergabung dalam Hidayatullah Peduli turut turun ke lokasi bencana banjir Garut Jawa Barat.  SAR Hidayatullah yg terlebih dahulu tiba di lokasi untuk membantu melakukan evakuasi dan Laznas BMH dengan bantuan logistik dan kebutuhan yang lain merupakan bagian dari team yg tergabung.

Team ini bersama berbagai organisasi yang lain bahu-membahu dengan warga untuk mencari korban yang hilang, membersihkan rumah warga, mengadakan pengobatan serta penyerahan bantuan berupa kebutuhan pokok yang sedang diperlukan bagi masyarakat korban bencana banjir bandang garut berupa makanan dan pakaian juga bantuan pelayanan kesehatan serta kebutuhan obat-oabtan. Bencana banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi membuat tanggul tidak sanggup menahan beban mengakibatkan jebolnya tanggul bendung copong Garut, Jawa Barat.

Pengobatan menargetkan masyarakat kampung Cimacan Rt 04 Rw 10 Desa haur Panggung dan sekitarnya. Rumah warga jadi pilihan relawan Islamic Medical Service untuk disulap jadi klinik dadakan. Masyarakat datang perlahan mendaftarkan diri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Aksi dilakukan hingga sore hari, menargetkan masyarakat yang berada di posko-posko pengungsian. Puluhan warga datang berobat, sebagian besar mereka mengalami luka-luka. Pengobatan dan tindakan kecil dilakukan oleh dokter untuk mengurangi rasa sakit dan menutup luka yang terbuka.

Sabtu, 24 september diwaktu yang sama puluhan relawan SAR Hidayatullah & BMH bersama dengan warga serta TNI turun ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan tenaga membersihkan rumah warga yang masih dipenuhi lumpur serta barang-barang yang hanyut terbawa arus banjir.

Banjir bandang menyebabkan banyak kerugian. Banjir yang datang tiba-tiba pada selasa malam, membuat warga tidak siap sehingga tidak bisa menyelamatkan harta benda, bahkan sampai menyebabkan korban jiwa. Hingga hari ini masih ada korban jiwa yang belum ditemukan, polisi juga masih terus melakukan pencarian dengan anjing pelacak.

IMS akan terus memberikan layanan kesehatan terhadap warga korban banjir di Garut. Mari kita dukung terus para relawan yang turun ke lokasi bencana. Para warga korban banjir perlu perhatian kita semua.

Butuh Bantuan? Chat kami