fbpx
0813-8835-3030 care@imscenter.id
Select Page
Anak Guru Ngaji Terlahir Tanpa Anus

Anak Guru Ngaji Terlahir Tanpa Anus

Semua orang tua tentunya sangat berharap anak yang dititipkan kepadanya terlahir dengan sempurna tanpa ada kekurangan sedikitpun. Namun bagaimana jika jabang bayi yang kelahirannya sudah dinanti semenjak 9 bulan lebih lahir dalam kondisi kurang ? orang tua mana yang tidak sedih melihat kenyataan anaknya mengalami kekurangan. Begitu pula yang dirasakan pasangan Ilham Andri Saputra  (30 tahun) dan Widi Maulida (23 tahun). Putra pertamanya terlahir tanpa memliki jalan keluar kotoran (anus).

Betapa syok dan kagetnya mereka, harapan segera menimang bayi yang sudah lama dinanti kehadirannya, sirna. Suka cita yang sempat datang berubah menjadi kesedihan yang mendalam.

Pada tanggal 23 Ramadhan 1441 H bertempat di rumah sakit Bunda Aisyah  Indihiang Tasikmalaya Jawa Barat, alhamdulillah telah lahir putra pertama dari pasangan Ilham dan Widi. Dengan proses persalinan cesar. Hal ini ditempuh dikarenakan air ketuban sudah habis sehingga operasi cesar merupakan jalan keluar terbaik.

Alhamdulillah proses persalinan berjalan dengan lancar, bayi  berjenis kelamin laki-laki dengan berat 2,5 kg dan panjang 45 cm tepat pukul 16.30 wib lahir. Bayi itu diberi Muhammad Rafka Saputra. Tentunya kebahagiaan kedua orang tua beserta keluarga yang selama ini menanti kehadiran Rafka turut menyertai. Namun tidak lama setelah rasa bahagia itu hadir, datanglah rasa kesedihan yang cukup mendalam bagi ortu dan keluarga besar.  Sekilas dari segi fisik tidak nampak kekurangan sedikitpun dari sang jabang bayi, namun setelah diperiksa secara seksama ditemukanlah kekurangan. Rafka terlahir tanpa memiliki LUBANG ANUS. Dokter yang menangani memerintahkan untuk 1 x 24 jam agar segera dilakukan tindakan operasi lanjutan untuk membuat jalur keluar sementara. Dikarenakan RS Bunda Aisyah  Indihiang Tasikmalaya tidak memiliki perlatan yang memadai, akhirnya Rafka dirujuk ke rumah sakit provinsi yang berada di kota Bandung Jawa Barat.

Berbagai upaya dilakukan Ilham untuk yang terbaik bagi Rafka, diantaranya dengan mencari pinjaman kesana kemari. Dana simpanan yang dimiliki Ilham untuk proses persalinan hanya sebesar Rp. 10.000.000, dia beranggapan bahwa Rafka akan lahir secara normal.

Tanpa fikir panjang Ilham menyetujui saran dokter untuk membawa bayi Rafka ke Bandung. Langkah cepat dan terbaik untuk kebaikan sang buah hati meski diambil, ditemani ibu mertua Ilham membawa Rafka ke RS Hermina Pasteur Bandung. Sementara Widi sang istri ditemanin keluarga yang lain masih mendapatkan perawatan di RS Bunda Aisyah Tasikmlaya.

Sesampainya di Bandung Rafka langsung mendapatkan penanganan oleh pihak medis. Alhamdulillah Rafka pada Minggu siang telah menjalani operasi tahap I untuk pembuatan jalan keluar kotoran sementara lewat perut. Operasi di RS Hermina Pasteur Bandung Jawa Barat berjalan dengan baik dan lancar, dimulai pada pukul 12.00 wib dan selesai pada pukul 14.30 wib.

Alhamdulillah kondisi Bayi pasca operasi hingga sekarang dalam kondisi stabil dan sadar. Saat ini sedang mendapatkan perawatan di ruang NICU RS Hermina Pasteur.

Sampai saat ini, Ilham telah mengeluarkan dana sebesar Rp. 12.000.000 selama sehari di RS Hermina Pasteur . Berdasarkan informasi biaya untuk proses tindakan operasi sebesar Rp. 35.000.000. Kemudian untuk Biaya perawatan di ruang NICU sebesar Rp.5.000.000 – Rp. 9.000.000 per harinya. Perkiraan akan berada di ruang tersebut selama kurang lebih 5 hari (tergantung kondisi bayi). Jadi diperkirakan selama di Bandung membutuhkan biaya minimal Sebesar Rp.60.000.000 (enam puluh juta).

Bagi Ilham yang pekerjaan sehari-harinya adalah sebagai guru mengaji di wilayah Jakarta Utara, jumlah tersebut sangat besar. Mengingat tindakan untuk Rafka sang buah hati tidak cukup sekali. Berdasarkan informasi dari pihak medis, masih dibutuh 2 atau 3 kali operasi lagi agar hasil sesuai dengan yang diharapkan semua.

Pada bulan suci yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan ini, kami mengajak Bapak, Ibu dan para sahabat sekalian untuk dapat berperan menyelamatkan generasi bangsa yang sedang berjuang hidup untuk memiliki lubang anus.

Mari kita sisihkan dana terbaik kita untuk membantu sesam yang saat ini sedang membutuhkan uluran tangan kita. Rupiah yang kita keluarkan akan sangat berharga untuk kehidupan dan masa depan bayi Rafka.

 

Donasi untuk Muhammad Rafka Saputra dapat disalurkan melalui rekening :

Mandiri 006 000 7373 297

Atas nama Yayasan Layanan Kesehatan Islam

Obati Penyakit anda dengan bersedekah

Obati Penyakit anda dengan bersedekah

Dinukil dari buku Thibb Al ‘Ibadaat karya DR Jamal Muhammad Az-Zaki dikisahkan oleh  Imam Al-Mundziri dalam At-Targhib wa At-Tarhib, mengemukan kedua kisah ini:

  1. Ia berkata,’’Imam Al-Baihaqi meriwayatkan dari Ibnu Syaqiq,dia berkata,’’aku pernah mendengar Ibnu Al-Mubarak ditanya seseorang,’’Wahai Abu Abdurrahman, sebuah luka bernanah tampak di lututku sejak tujuh tahun lamanya dan aku telah berupaya mengobatinya dengan berbagai obat-obatan dan juga berkonsultasi dengan para dokter. Akan tetapi tidak membuahkan hasil sama sekali.’’ Ibnul Mubarak menjawab, ’’pergilah, lalu perhatikanlah sebuah tempat di mana orang orang membutuhkan air. Kemudian,galilah sebuah sumur disana. Karena sungguh aku berharap disana akan muncul mata air dan menghentikan pendarahanmu.’’ lelaki itu pun melaksanakan apa yang disarankannya dan dia sembuh.
  2. Imam Al-Baihaqi berkata,’’Dalam pengertian yang sama, terdapat sebuah cerita dari guru kami Al-Hakim Abu Abdullah-semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepadanya, bahwasannya dia menderita luka bernanah pada mukanya dan telah mengobatinya dengan berbagai macam pengobatan. Akan tetapi penyakit tersebut tidak hilang. Luka tersebut tetap saja bertahan hingga satu tahun. Kemudian dia meminta kepada Syaikh Imam Abu Utsman Ash-Shabuni agar berkenan mendoakannya dalam forum pengajiannya pada hari Jumat. Syaikh Utsman pun mendoakannya dan orang-orang mengamininya sebanyak-banyaknya. Sepekan kemudian, seorang perempuan melemparkan sebuah tulisan yang menyatakan bahwa dirinya kembali ke rumah dan bersungguh-sungguh untuk mendoakan Al-Hakim Abu Abdullah pada malam itu. Dalam tidurnya, perempuan tersebut melihat Rasulullah SAW bersabda kepadanya,’’Katakanlah kepada Abu Abdullah agar melimpahkan air kepada umat islam.” Kemudian perempuan tersebut membawa kain berisi tulisan itu kepada Al-Hakim dan memerintahkan pembuatan depot pelayanan air minum di dekat pintu rumahnya. Ketika mereka menyelesaikan pembangunannya, maka ia memerintahkan dituangkannya air padanya dan melontarkan es didalamnya. Kemudian orang-orang meminumnya. Belum genap sepekan berlalu, ia pun merasakan kesembuhannya dan luka luka itu pun hilang. Wajahnya pun semakin baik dan kembali seperti semula.ia pun mampu bertahan hidup beberapa tahun lagi sesudahnya.’’

Dan masih banyak lagi cerita dan kejadian yang dialami banyak orang  yang menggambarkan bahwa penyakit yang sudah lama diderita seseorang, bisa sembuh lantaran banyak melakukan bershadaqah.

Imam Ibnul Qayyim-semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepadanya berkata : ’’pada dasarnya shadaqah atau zakat menimbulkan dampak yang menakjubkan dalam menolak musibah,meskipun dari orang jahat dan juga kafir. Karena Allah SWT akan menghindarkan musibah itu darinya dengan berzakat. Ini merupakan permasalahan yang telah populer di masyarakat, baik awam maupun khusus. Seluruh penduduk bumi mengakuinya karena mereka telah mencobanya.’’

Dari Abu Umamah Al-Bahili, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda :

بِالصَّدَقَةِ  مَرْضَاكُمْ دَاوُوْا

“Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.”

( HR. Abu Dawud, Hadits Hasan )

Menurut DR Devid Clan , Ahli Psilkologi Amerika menyatakan bahwa orang yang suka bersedekah akan mendapatkan tambahan pertahanan tubuh IGA, merupakan sitem kekebalan tubuh yang berperan penting dalam mengalahkan mikroba-mikroba yang menyerang saluran pernapasan, saluran alat pencernaan, mencegah timbulnya peradangan dan kanker dengan cara menghentikan pertumbuhan selsel yang tidak wajar dan membunuh sel sel yang membentuk kanker dan pembelahan sel-sel yang tidak normal.

Secara ilmiah telah menguatkan bahwa perasaan senang dan bahagia  setelah menunaikan pembayaran zakat dan shadaqah dan membantu orang-orang yang sangat membutuhkan sangat besar  manfaatanya terhadap sistem kekebalan tubuh karena berkaitan erat dengan kejiwaan. Sistem saraf menghubungkan antara otak, kelenjar limpa dan sumsum tulang yang akantimbul sel-sel pertahanan tubuh. Dimana psikoneoroimunologi (PNI) menegaskan tentang tali sambung antara pikiran, sistem saraf, sistem endokrin (hormon) dan sistem kekebalan tubuh (imonologi). Bahwa kehidupan emosi sangat berpengaruh terhadap sistem saraf otonom yang mengatur banyak hal seperti pengeluaran jumlah insulin, endorfin (morfin alami dalam tubuh), kecepatan denyut jantung sampai pengaturan tekanan darah.

Karena itu Allah swt mensunahkan bagi petugas amil untuk mendoakan bagi para pembayar zakat agar hatinya senang, tenteram dan memperoleh kebahagiaan setelah menunaikan atau membayar zakat, seperti yang difirmankan oleh Allah SWT dalam Surat At_Taubah  : 103

خُذۡ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡ صَدَقَةٗ تُطَهِّرُهُمۡ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيۡهِمۡۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٞ لَّهُمۡۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ١٠٣

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS. At Taubah : 103)

Dalam mengisi bulan ramadhan yang penuh berkah ini khususnya yang menderita sakit, perbanyaklah shadaqah yang diniatkan untuk memperoleh kesembuhan disertai  tetap berikhtiar berobat  keahlinya dan jangan berobat ke orang yang bukan ahlinya. Coba  lakukan sekarang dan tumbuhkanlah kepercayaan dan keyakinan bahwa Allah SWT akan menyembuhkan diri Anda. Isilah perut para fakir miskin hingga kenyang, atau santunilah anak yatim, atau wakafkanlah harta Anda dan melakukan sedekah jariyah. Semoga Allah swt melapangkan hati  kita untuk memudahkan bersedakah dan disembuhkan dari segala penyakit yang kita derita. Aamiin.

COVID 19 dan IMUNITAS

COVID 19 dan IMUNITAS

(bagian 1)

Pada prinsipnya manusia dapat terkena penyakit infeksi bila terjadi kondisi :

  1. Kelemahan daya imunitas (daya kekebalan) tubuh.
  2. Potensi agent penyebab infeksi kelewat kuat dan kelewat berbahaya.
  3. Lingkungan menyebabkan kelemahan imunitas manusia atau lingkungan meningkatkan potensi bahaya agent penyebab infeksi.

Beberapa penyebab infeksi pada manusia adalah Virus, Bakteri, Amuba, Cacing, Jamur, maupun Mikroorganisme lainnya.

Covid19 (nama ilmiah resminya SARS-CoV-2) adalah kepanjangan dari Corona Virus Disease 2019. Dengan singkat sejak kemunculan pertama menjadi wabah di Kota Wuhan Desember 2019 tak lama kemudian oleh WHO dinyatakan menjadi wabah internasional (Pandemi), mengingat daya sebarnya yang cepat meluas sampai saat ini serta komplikasi kematiannya yang dianggap tinggi. Disebut Corona Virus karena Virus ini bentuknya seolah-olah memakai Corona atau Crown (mahkota).

Benarkah Covid 19, belum ada obatnya ? Secara mudah kita bisa menjawab belum ada obatnya dan belum ada vaksinnya. Kita juga mengenal bahwa hampir semua penyakit virus pada prinsipnya adalah Self Limited disease (sembuh dengan sendirinya). Artinya manakala imunitas kita meningkat maka virus takkan berlama-lama dalam tubuh kita. Namun repotnya bila imunitas kita belum kuat, sementara penyakit virus telah menimbulkan komplikasi serius. Seperti halnya infeksi virus influenza, cacar air atau campak, covid pun berkomplikasi menimbulkan radang paru yang hebat yang disebut Pneumonia dengan gejala sesak nafas hebat. Hanya padaCovid 19 percepatan menjadi pneumoni demikian cepatnya jika tidak buru-buru diberikan imunitas pada penderitanya, sampai sampai menimbulkan hipersekresi (penumpukan lenier disaluran nafas) mengental dan menyumbatnya, tak jarang sampai berujung kematian.

Sementara ada juga yang menjawab sudah diketemukan obatnya (tentu saja disebut alternative obat karena bersifat symptom atau sudah berefek menghancurkan kuman hanya bukti penelitian empiris berdasarkan Evidence Base belum memadai). Pembaca dapat membaca lebih lanjut hal in idalam link e-book Informatorium Obat Covid 19 dilansir resmi oleh Badan POM di https://bit.ly/informatorium Obat COVID19

Siapa sajakah yang dapat dipastikan menderita COVID 19 ? Kalau menduga lebih mudah tentu saja (maka ada istilah ODP/Orang dalam pengawasan, PDP/Pasien dalam pengawasan) tetapi memastikan perlu pemeriksaan lanjut bukan hanya swab tapi juga PCR yang hasilnya membutuhkan beberapa hari. ODP adalah seseorang yang belum bergejala apa-apa tetapi sempat kontak dengan pasien covid atau pernah berkunjung kedaerah wabah covid dalam 14 hari terakhir.

PDP adalah seseorang yang telah memiliki gejala demam atau salah satu gejala lain seperti pilek, batuk, sesak nafas, sakit menelan dan dalam 14 hari terakhir sempat berkunjung ke daerah wabah Covid atau kontak dengan penderita Covid19.

Walaupun ODP dan PDP belum tentu menderita COVID, atas dasar awal tulisan diatas (syarat kondisi infeksi pada manusia) perlu Isolasi atau karantina mandiri dirumah saja selama 14 hari. Mengapa 14 hari, 14 hari adalah periode terpanjang masa inkubasi Covid 19.

Apa saja yang dilakukan saat Isolasi Mandiri di rumah masing masing, tentu saja istirahat sambil berupaya meningkatkan daya tahan tubuh karena Imunitas adalah senjata utama melawan COVID 19 tentu saja atas Izin dan Kuasa ALLOH SWT.

 

Bersambung kebagian 2

Ditulis oleh dr Mohamad Ridho, Staf Departemen Kesehatan Hidayatullah

Sahur dan Buka yang menyehatkan

Sahur dan Buka yang menyehatkan

Dalam melaksanakan berpuasa, badan kita diharapakan tetap fit dan terjaga samapi energy kita bisa bertahan lama hingga waktu berbuka, maka disunahkan untuk melakukan Ibadah sahur yang waktunya diakhirkan atau sampai menjelang shalat shubuh. Sehingga menu yang dimakan diupayakan memenuhi gizi yang cukup yaitu tersedianya karbohidrat dan protein yang dibutuhkan oleh tubuh. Usahakan makan nasi secukupnya dan sayur yang jumlahnya sama atau lebih dari jumlah nasi yang dimakan. Untuk protein bisa memilih yang disukai seperti telur, ikan dan daging

Selama berpuasa usahakan cairan dalam tubuh tetap terjaga yaitu minum 8-10 gelas perhari. Sehingga setelah bangun tidur sebelum melaksanakan shalat lail minum 2-3 gelas air hangat dan tambahkan minum madu  2-3 sendok makan. Dan tutup sahur anda dengan 1-2 gelas air minum putih hangat dan hindari minum kopi atau the kental saat sahur karena membuat cepat haus.

Saat berbuka puasa, jangan langsung makan berat apalagi sampai kenyang. Awali buka puasa anda dengan makanan ringan dan sedikit manis. Kalau ada kurma lebih baik, dengan makan kurma sebanyak 3-5 atau 7 butir sudah cukup, karena sifat kurma mudah dicerna dan cepat mengembalikan energy tubuh yang telah seharian melaksanakan puasa. Makan berat dilakukan setelah shalat maghrib dan jangan sampai kenyang karena menggangu kekhusukan ketika melaksanakan shalat isya’ dan tarawih. Hindari makan berat setelah shalat tarawih karena makan terlalu malam apalagi setelah itu langsung tidur akan mebuat badan kita menjadi gemuk dan menambah masalah dalam tubuh kita. Kalau ini dilakukan terus menerus justru dengan berpuasa berat badan bukan semakin berkurang tapi makin bertambah.

Apakah boleh sahur dan buka dengan minum manis ? Tentu saja boleh. Tapi tetap batasi minum dengan gula pasir sebanyak 2-3 sendek makan saja sehari. Lebih baik asupan gula didapat dari buah-buahan seperti kurma, pisang, semangka dan lainnya. Pilih buah yang dimakan adalah buah local karena disamping buah impor belum jelas cara pengemasannya apakah ditambah formalin atau bahan pengawet lainnya sementara buah loal sudah diseting oleh Allah SWT sangat baik dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh kita.

Disamping itu agar kita tidak mudah lapar, haus dan lemes ketika berpuasa, yang paling penting pasang niat hanya semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Istirahat cukup jangan berlebih-lebihan karena tubuh bukan malah segar tapi justru lebih lemah, lesu dan tidak semangat. Lakukakan ibadah dengan sungguh-sungguh seperti shalat lima waktu, shalat sunnah khususnya shalat lail, memperbanyak dzikir dan baca AlQur’an yang semua ibadah tadi akan menambah semangat dan bugarnya tubuh kita.

 

Penulis:

drg. Fathul adhim, MKM

Pembina IMS

COVID 19 dan IMUNITAS

COVID 19 dan IMUNITAS (bagian 2)

Walaupun ODP dan PDP belum tentu menderita COVID, atas dasar kepentingan memutus mata rantai penularan juga upaya pencegahan serta pen, maka kedua kategori ini perlu Isolasi atau karantina mandiri dirumah saja selama 14 hari. Mengapa 14 hari, 14 hari adalah periode terpanjang masa inkubasi Covid 19.

Lalu siapa saja yang disarankan karantinanya di RS ? yaitu yang memiliki komorbid (penyakit dasar) seperti Diabetes Berat, Gagal Ginjal, Kanker dsb

Apa saja yang dilakukan saat Isolasi Mandiri di rumah masing masing, tentu saja istirahat sambil berupaya meningkatkan daya tahan tubuh karena Imunitas adalah senjata utama melawan COVID 19 tentu saja atas Izin dan Kuasa ALLOH SWT.

Di tulisan kedua ini, alfakir penulis hendak menyampaikan pokok pokok pikiran upaya meningkatkan imunitas diri yang semoga bermanfaat bagi ODP, PDP maupun kita semua yang tengah dilanda was-was akibat gancarnya pemberitaan media atas COVID 19 juga belum selesainya Pandemi COVID 19 ini :

  • Do’a dan Dzikir adalah senjatanya orang beriman. Saatnya kita kembali kepada keyakinan ini. Di media sosial ataupun media massa umumnya jarang disinggung hal ini. Mungkin karena kita hidup dilingkungan alam fikir materialisme yang sering abai akan spiritual. Penelitian para pakar kesehatan mendukung bahwa optimisme percaya diri yakin akan pertolongan Tuhan adalah faktor dahsyat dalam kecepatan penyembuhan (Christy-Synderman ilmuan USA serta Dadang Hawari seorang Profesor Indonesia). Kita meyakini pula bukan bahwa Kesembuhan mutlak datang dari ALLOH SWT (faidza maridhtu fahuwa yasyfiin QS Asyuara 80)
  • Tetap tenang, ceria gembira, bersyukur atas nikmat ALLOH tiada terhitung jenis dan jumlahnya. Dengan sikap ini akan memunculkan hormon endorfin (rasa bahagia) yang juga sangat penting bagi imunitas tubuh.
  • Perkuat Imunitas badan dengan Penuhi gizi seimbang dan tambahkan rempah rempah sekitar kita untuk daya tahan tubuh (madu, habatussaudah, jahe, sereh, bawang merah, bawang putih, daun salam, dsb), perbanyak minum air putih hangat-juga saat batuk atau nyeri menelan tambahkan satu sendok cuka makan dalam segelas air minum hangat kita, sering cuci tangan pakai sabun, mandi dan gosok gigi teratur, jaga kebersihan lingkungan kita syukur bisa melakukan desinfeksi mandiri (penyemprotan desinfektan) rumah dan lingkungan kita, olahraga rutin dalam rumah tentu dengan gerakan pemanasan dulu dan rutin berjemur matahari pagi
  • Patuhi anjuran pemerintah jangan mudik, pakai masker bila keluar rumah, juga pakai sarung tangan bila berkendara roda dua dsb, tentunya sebagai ikhtiar memutus mata rantai penularan bukan untuk saling mencurigai.
  • Pastikan informasi tentang Covid bukan Hoax. Kewas-wasan kita juga dapat meningkat akibat terlalu sering mendapat berita hoax

 

Wallohu a’lam.

Ditulis oleh dr Mohamad Ridho, Staf Departemen Kesehatan Hidayatulloh

Butuh Bantuan? Chat kami