BMKG: Banjarnegara diprakirakan hujan di lokasi pengamatan gerhana



Banjarnegara (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah di Banjarnegara, Jawa Tengah, akan diguyur hujan ringan yang bersifat lokal pada Rabu sore di lokasi pengamatan gerhana bulan total.

"Sebagian wilayah di Banjarnegara akan diguyur hujan dengan intensitas ringan, misalkan di Kecamatan Pejawaran, Wanayasa dan Batur yang menjadi lokasi pengamatan Gerhana Bulan Total," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie di Banjarnegara, Rabu.

Dia menambahkan berdasarkan prakiraan cuaca diketahui bahwa kemungkinan hujan berlangsung pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB.

"Durasi hujan tidak terlalu lama yakni hanya berlangsung beberapa jam saja, karena sekitar pukul 19.00 WIB cuaca diprakirakan akan cerah kembali," katanya.

Baca juga: Peneliti: Gerhana bulan total bisa diamati 2,5 tahun sekali

Baca juga: Sejumlah hal menarik tentang gerhana bulan total

Menurutnya, durasi hujan yang tidak terlalu lama akan mendukung kegiatan pengamatan Gerhana Bulan Total yang direncanakan dilaksanakan di Komplek Candi Arjuna, Kawasan Dataran Tinggi Dieng, pada Rabu mulai pukul 17.00 WIB hingga selesai.

"Jika durasi hujan tidak lama diharapkan saat pengamatan mulai berlangsung cuaca sudah mulai cerah kembali," katanya.

Sementara itu dia kembali mengajak masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Banjarnegara dan sekitarnya untuk menyaksikan fenomena Gerhana Bulan Total.

"Fenomena ini juga aman disaksikan oleh masyarakat dengan mata telanjang, tanpa harus menggunakan kaca mata khusus gerhana," katanya.

Dia menjelaskan Gerhana Bulan Total terjadi ketika Matahari, Bumi dan juga Bulan berada dalam posisi yang sejajar.

"Pada saat fenomena ini terjadi Bulan berada dekat pada titik terdekat dengan Bumi," katanya.
Dia menambahkan visibilitas Gerhana Bulan Total akan berlangsung secara bertahap.

"Dalam pengamatan yang akan dilakukan dari Dieng, Banjarnegara diprakirakan awal fase total sekitar pukul 18.09 WIB, puncak gerhana sekitar pukul 18.18 WIB, awal fase total sekitar pukul 18.28 WIB, akhir fase sebagian sekitar pukul 19.52 WIB dan akhir fase penumbra sekitar pukul 20.51 WIB," katanya.

Dia menambahkan seluruh proses gerhana, sejak fase awal hingga fase akhir akan berlangsung selama 5 jam 5 menit dan 2 detik.
"Sedangkan proses gerhana totalnya, sejak awal fase total, puncak total hingga akhir fase total akan berlangsung selama 18 menit 44 detik," katanya.*

Baca juga: Panduan shalat gerhana pada masa pandemi

Baca juga: BMKG ingatkan masyarakat waspada banjir rob di wilayah pesisir

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021


Source link

Berita Menarik Lainnya