AKSI PEDULI BENCANA NUSATARA – IMS PEDULI BANJIR JAKARTA

0 Comment
9 Views

Hujan deras yang melanda sejumlah kawasan di jabodetabek sejak dini hari (21/2) membuat sejumlah pemukiman warga terendam dan ruas jalan di Jakarta lumpuh tergenang air. Sampai malam hari air belum juga menurun di sejumlah titik lantaran rintik hujan belum mereda. Tim Emergency Tanggap Bencana Islamic Medical Service turun ke lokasi sekitar pukul 11:00 WIB dengan tujuan ke Perumahan Dosen IKIP Jatikramat Bekasi. Setibanya di lokasi air masih sangat tinggi dan cukup deras sehingga tidak memungkinkan tim untuk membuka posko kesehatan disana. Tim yang di komandoi oleh Dr. Syaifuddin merubah tujuannya yaitu ke Masjid Borobudur Cipinang Melayu Jakarta Tmur. Situasi di masjid borobudur telah ramai dengan para pengungsi dan relawan-relawan serta posko-posko kesehatan yang hadir untuk membantu para korban banjir. Melihat situasi tersebut tim IMS kembali mencari tempat yang belum terdapat posko untuk menolong korban yang terkena banjir dan yang belum mendapatkan pertolongan kesehatan.

Sekitar pukul 15:10 WIB Tim IMS tiba di pemukiman warga yang berada di Cipinang Melayu Kec. Makasar RT.009/RW.03 dan langsung mendirikan posko layanan kesehatan. Tidak butuh waktu lama para korban banjir langsung mengantri untuk mendapatkan layanan kesehatan yang di ketuai oleh Dr. Saifuddin. Beragam keluhan dari para korban banjir dari penyakit kulit seperti gatal-gatal di kaki dan tangan, maupun luka terkena benda-benda yang menghanyut di sekitarnya. Serta diare, meriang, dan pusing-pusing setelah lama berendam di air banjir untuk menyelamatkan barang-barang mereka yang bisa di pindahkan ketempat pengungsian atau tempat yang tidak terendam air. Pada pukul 18:15 WIB Tim IMS memutuskan untuk pulang karena melihat kondisi di lapangan, warga atau masyarakat sudah mulai membaik dan telah beristirahat di posko pengungsian/masjid yang berada di pemukiman tersebut.

Kemudian pada keesokannya, hari rabu (22/2/2017) Tim IMS kembali menuju posko cipinang melayu guna untuk melayani masyarakat atau korban yang masih memerlukan pengobatan. Tim IMS tiba di lokasi pada pukul 12:45 WIB setelah ba’da shalat zuhur, situasi di lapangan di mana air yang sudah menurun dan sudah tidak terdapat genangan air di rumah warga dan wargapun sibuk untuk membersihkan rumahnya masing-masing. Pasien yang di jumpai memiliki keluhan yang sama seperti yaitu gatal-gatal, diare, demam, pusing-pusing serta masuk angin.

Komentar salah satu korban banjir yang mendapatkan layanan kesehatan, Ibu Fatmwati ( 45 tahun) : “Alhamdulillah dengan adanya posko kesehatan ini kami warga cipinang melayu yang terkena banjir, khusunya diri saya pribadi merasa sangat terbantu dengan kehadiran relawan dari IMS ini. Dengan adanya posko ini warga yang mengalami keluhan seputar kesehatan mereka dapat mengobatinya atau setidaknya meringankan sakit mereka yah seperti gatal-gatal, pusing, flu, dll. Harapan kedepan semoga relawan IMS ini dapat lebih tanggap lagi soal bencana seperti ini karena layanan kesehatan seperti ini sangatlah di butuhkan dalam kondisi sekarang ini. Yah mudah-mudahan bencana banjir ini tidak akan ada lagi kedepannya’.

Lain lagi dengan Bapak  Rizal (50 tahun), pasien yang  mengelukan gatal-gatal di kaki, tangan dan badan ini berkomentar : “Alhamdulillah sangat baik, dan sangat terbantu sekali dengan adanya posko kesehatan seperti ini. Jadi kami tidak bingung lagi mau cari pengobatan karna berkat adanya posko ini yang lokasinya tidak jauh dari rumah saya (Lokasi Banjir). Karna dalam keadaan sekarang banyak warga yang masih sibuk menyelamatkan barang-barang mereka dan melupakan kondisi kesehatan mereka yah mungkin mereka mikirnya mau cari obat nanti saja karna jauh harus ke puskesmas atau ke rumah sakit dulu”.

Menurut dokter Syaifuddin Hamid (55 tahun) : “tujuan dari  pembukaan posko layanan kesehatan ini adalah untuk membantu masyarakat korban banjir khususnya yang ada di daerah pemukiman Cipinang Melayu RW.009/RT.03 agar mendapatkan layanan kesehatan yang baik, dan meringankan beban mereka karna kondisi cuaca dan lingkungan yang buruk”

“Sebagaian besar masyarakat yang terkena banjir ini memiliki keluhan seperti pusing-pusing di bagian kepala, gatal-gatal di kaki tangan dan badan, meriang, diare, demam, dan pegal-pegal” , dokter Syaifuddin menambahkan.


Tabligh Akbar : Momentum Hijrah Menuju Kebaikan

Dalam rangka menyambut dan memaknai tahun baru Islam 1441 Hijriyah,...

Menkumham Berikan IMS Penghargaan atas Program Hapus Tato

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasona H Laoly...

Leave your comment