Abdul Mu’ti: Anton Medan Pendakwah yang Gigih


Semasa hidupnya, almarhum juga telah melakukan banyak hal baik bagi umat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyampaikan ucapan belasungkawa atas berpulangnya pendakwah Ramdhan Effendi. Almarhum yang biasa disapa Anton Medan itu wafat pada Senin (15/3).

"Saya turut berduka cita atas wafatnya Ustaz Anton Medan. Beliau adalah seorang yang gigih berdakwah di kalangan masyarakat tertentu," kata Mu'ti saat dihubungi Republika.co.id.

Menurut Mu'ti, sebagai seorang yang berhijrah, Anton Medan sangat dikenal dan dihormati masyarakat, khususnya para mantan "preman". Semasa hidupnya, almarhum juga telah melakukan banyak hal baik bagi umat.

Mu'ti menganggap wafatnya Anton Medan merupakan kehilangan bagi umat Islam. Sebagai sesama Muslim, Mu'ti yang meraih gelar Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah itu menyampaikan doa terbaik untuk almarhum.

"Semoga Allah mengampuni semua dosa dan kesalahannya, menerima seluruh amal saleh, dan menempatkannya di surga. Saya yakin akan lahir generasi penerus perjuangan dakwah seperti halnya Ustaz Anton Medan," ujar Mu'ti.

Anton Medan lahir di Tebing Tinggi, Sumatra Utara, 10 Oktober 1957 dengan nama Tan Hok Liang. Dia adalah mantan perampok dan bandar judi yang telah insaf dan menjadi mualaf, bahkan menjadi Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI).

Almarhum memeluk agama Islam sejak 1992, lantas aktif berdakwah dan mendirikan Masjid Jami' Tan Kok Liong. Dia wafat pada usia 63 tahun dalam kondisi mengidap diabetes. Anton tutup usia sekitar pukul 14.30 WIB di kediamannya.

Pihak keluarga menyampaikan, almarhum akan dimakamkan di kompleks Pesantren At-Taibin, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/3). Anton disebut sudah menyiapkan makam di samping Masjid Tan Kok Liong sejak 2005.


Source link

Berita Menarik Lainnya