Disable Preloader

Gempa dan Tsunami yang menimpa Palu, Sigi, dan Donggala pada (28/09/2018) sudah 14 hari berlalu, namun rumah masyarakat korban bencana masih dalam keadaan yang belum layak. Di desa labuan Lelea, Donggala rumah-rumah masyarakat ada yang rubuh, retak, atau yang paling ringan seluruh barang dirumah para korban terhambur jatuh, pecah, dan hancur.

"Ketika gempa datang kami semua langsung berhamburan keluar lari sekencang mungkin ke koala (sungai besar), tanah itu seperti terangkat-angkat. Kami yang tengah masak di dapur, nasi dan masakan lauk ikan kami melompat semua jatuh ke lantai." Kisah ibu Anifah (40) salah satu korban selamat.

"Saudara kita ada yang kakinya diamputasi, tangan patah akibat tertimpa bangunan, banyak juga yang trauma termasuk anak saya ini. Kalau dia dengar suara truk atau getaran apa saja, dia cuma bengong dan bicara tak tentu." Tambah anifah

Baca | IMS terus bergerak melayani

Tim SAR yang mendistribusikan logistik sejak pagi menerima permintaan dari masyarakat Labuan Lelea, ketika tiba di posko labuan Lelea akan kebutuhan layanan kesehatan. Team IMS bersama Sahabat Al-Aqsha menerima permintaan tengah hari dan menuju lokasi sore hari.

Masyarakat labuan lelea mengungsi ke lokasi tepi sungai besar yang mereka sebut koala yang berjarak 10 km dari desa mereka, beberapa hari pertama mereka tidur hanya beratapkan langit dan beralaskan seadanya. Sungai menjadi tempat mandi dan mencuci selama mengungsi, efek kebiasaan mandi di sungai membuat hampir seluruh korban bencana terjangkit penyakit kulit dan diare.

"Kami sangat bersyukur team kesehatan mau menerima permintaan kami untuk berkunjung dan memberi pengobatan untuk kami. Sebagian dari kami baru hari ini bisa kembali ke labuan lelea karena keterbatasan kendaraan." Tutup Ibu Anifah saat Team Medis akan beranjak meninggalkan lokasi pengobatan.

Baca | Dari posko ke posko IMS melayani

Tim medis IMS bersama dengan tim medis Sahabat Al Aqsha melakukan sinergi untuk memberikan layanan kesehatan keliling ke posko-posko yang tersebar di Palu dan Donggala. Selain para pengungsi korban bencana, tim medis juga memberikan pelayanan dan perawatan terhadap para anggota SAR yang mengalami kecapekan maupun yang terluka ketika sedang bertugas.

Selanjutnya IMS akan terus berusaha untuk memberikan layanan kesehatan sampai masa recovery dan pemulihan pasca bencana.

Share:

Tags:

Comments
Leave a Comment