Disable Preloader

Suku togutil yang berada di hutan Halmahera Timur sebagian mereka telah mengucapkan dua kalimat syahadat. Lewat pendekatan dan pendampingan oleh ustadz Nurhadi mereka tertarik untuk masuk islam. Suku yang berdasarkan informasi merupakan orang-orang keturunan portugis ini hidup berpindah-pindah didalam hutan. Mereka tidak memiliki rumah selayaknya manusia hidup, namun hanya sebuah gubuk untuk mereka berteduh. Mereka hidup berkelompok dan sering berpindah tempat, jika di daerah sekitar mereka tinggal telah habis makanan maka mereka akan pindah ke tempat baru yang masih banyak makanannya.

Sudah ada 100-an orang suku Togutil telah memeluk agama Islam melalui dakwah yang dilakkan oleh ustadz Nurhadi. Sedikit demi sedikit mereka diajari Islam, hidup lebih baik, cara bercocok tanam, berpakaian, berprilaku dan lain sebagainya. Menurut ustadz Nurhadi masih banyak yang kurang untuk kebutuhan mereka para suku yang ada didalam. Salah satunya adalah khitan untuk para pria yang telah mualaf.

Hal penting selain pembinaan dan pendampingan untuk mereka orang-orang suku itu  terutama untuk kaum laki-lakinya adalah khitan. Kami sudah sejak setahun yang lalu berkomunikasi dengan direktur IMS agar program kesehatan di pedalaman Halmahera Timur bisa dijangkau oleh IMS” ustadz Nurhadi menjelaskan

Alhamdulillah untuk bantuan-bantua lain sudah banyak masuk meskipun tetap saja masih dibutuhkan, namun untuk layanan kesehatan terutama untuk khitanan terhadap masyarakat yang tinggal di pedalaman serta suku togutil belum ada sama sekali” Ustadz nurhadi menambahkan.

Kegiatan khitanan massal ini dilakukan di 2 lokasi berbeda, pertama di desa Wasileo kecamatan Maba Utara Kabupaten Halmahera Timur dan di desa Patlean kecamatan Maba Utara Kanputen Halmahera Timur provinsi Maluku Utara. 2 hari perjalanan dari Ternate untuk sampai ke lokasi dengan 2 kali lewat jalur laut dan 2 kali jalur darat. Medan yang tidak ringan sehingga membuat petugas kesehatan yang ditugaskan kesana banyak yang tidak betah dan bertahan lama.

Khitanan untuk mualaf pedalaman merupakan salah satu unggulan IMS, kurang lebih sekitar 1.200 an mualaf yang berada di pedalaman telah dikhitan oleh IMS. Pada kesempatan kali ini, Halmahera Timur menjadi perhatian untuk dapat diselenggarakan khitanan untuk warga dhuafa yang tinggal di daerah terpencil dan para mualaf yang berada di pedalaman.

Imron faizin selaku direktur IMS memimpin langsung tim terjun ke daerah pedalaman Halmahera Timur menyampaikan : “Alhamdulillah kami sampai juga disini di daerah pedalaman Halmahera Timur, sebanyak 120 an mualaf dan warga dhuafa telah kita khitan. Sebenarnya masih ada ratusan lainnya yang berharap bisa mengikuti program ini. Semoga semuanya nanti dapat terlayani dengan baik”

Hasan Sulaiman yang merupakan kepala desa Wasileo merasa bersyukur dan terima kasih kepada IMS atas layanan yang diberikan untuk warganya.

“Hal ini merupakan kegiatan yang sangat luar biasa, jauh-jauh datang dari Jakarta tim dari IMS telah memberikan layanan berupa khitanan massal dan pengobatan secara gratis untuk warga kami. Hal ini baru pertama kalinya ke desa kami, terima kasih atas layanan yang telah diberikan dan mohon maaf jika selama disini pelayanan dan sambutan yang kami berikan tidak bisa maksimal. Semoga kegiatan ini bisa kembali dilakukan disini, manfaatnya sangat besar bagi kami” bapak kades menuturkan.

Kegiatan selama 5 hari di pedalaman Halmahera Timur ini berjalan sukses dan lancar tidak ada satupun halangan yang mengganggu. Khitanan untuk masyarakat terpencil dan para mualaf pedalaman ini dapat berjalan berkat dukungan dan support penuh dari MAJELIS TA’LIM TELKOMSEL (MTT).

Share:

Tags:

Comments
Leave a Comment